WP UMY Perkenalkan Prancis Lewat Jeu-Jeumputan

Oktober 29, 2018 oleh : BHP UMY

Dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Prancis, Warung Prancis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan sebuah acara menarik bernama Jeu-Jeumputan yang diselenggarakan pada Minggu (28/10) pukul 07.00 sampai 11.00 di Wisata Taman Sari Yogyakarta. Acara ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UMY namun juga diikuti oleh peserta umum yang sebelumnya mendaftar lebih dulu melalui event bright yang diposting Warung Prancis di akun Instagram.

Jeu-Jeumputan merupakan acara tahunan perdana di tahun akademik 2018-2019. Di tahun akademik yang baru ini Warung Prancis mencoba mengangkat dua hal yakni acara di luar kampus yang berbau Prancis dan mewujudkan program Jeumputan ala France, dan mengkolaborasikan dua tujuan itu ke dalam kegiatan W Plesir (Warung Prancis jalan-jalan). Namun demikian kegiatan plesir itu tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi bisa menghasilkan atau bermanfaat dengan membuat sebuah karya jumput yang memiliki aroma Prancis.

Pada target awal, Warung Prancis mengharapkan ada 30 peserta yang bisa mengikuti acara yang secara keseluruhan free atau tidak dipungut biaya sepeser pun. Tapi hanya ada 24 peserta yang mendaftar untuk kemudian diseleksi dengan membagikan google form berupa pertanyaan tentang motivasi peserta mengikuti acara WPlesir ini, dan 19 diantaranya yang bisa mengikuti acara tersebut pada hari H. Kesembilan belas peserta tersebut berasal dari Samarinda yang sedang berlibur di Jogja dan melihat iklan yang dipasang WPlesir. Ada juga dari UGM (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan Stipram (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo), termasuk mahasiswa UMY.

19 peserta tersebut juga dibagi dalam beberapa kelompok untuk melewati empat pos, yang setiap posnya digunakan untuk mengenal lebih dekat lagi mengenai Prancis. “Jadi ada empat pos. Pada pos pertama peserta diwajibkan membuat yel-yel menggunakan kosa kata Bahasa Prancis, kemudian pos kedua terletak di masjid Soko Tunggal sekitar Taman Sari dimana mereka diberikan tantangan mengenai kemampuan Geografis peta Prancis. Untuk pos ketiga terletak di dalam Water Castle dan mereka mendapat tantangan menjawab soal Frai ou Froux (benar atau salah) tentang fakta-fakta Prancis sembari menjeumput kain bergambar menara Eiffel. Untuk pos terakhir atau pos keempat, peserta diberi permainan kata berderet sekaligus menyelesaikan jeumputan Menara Eiffel mereka. Kemudian mereka melakukan Groufi atau foto bersama dengan kelompoknya untuk diposting di akun social media menggunakan hashtag #WPlesir #Jeujeumputan #WPUMY,” papar Puthut Ardianto, M.Pd. selaku penanggung jawab Warung Prancis.

Sementara itu tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah untuk memperkenalkan Bahasa Prancis dengan metode bermain yang bertajuk WPlesir. “Tujuannya untuk memperkenalkan Bahasa Prancis dengan melakukan WPlesir, karena kita tahu bahwa persepsi mahasiswa kita di UMY sendiri yang tidak memiliki jurusan Bahasa Prancis, memiliki paradigm bahwa Bahasa Prancis itu susah. Kemudian kami ingin memberi tahu bahwa Bahasa Prancis itu sebenarnya fun (menyenangkan). Mengapa kegiatan itu dilakukan di luar kampus? Hal itu bertujuan untuk mengenalkan kepada orang-orang bahwa di UMY ada Warung Prancis yang mengenalkan budaya dan Bahasa Prancis. Serta mengakulturasi budaya jumputan dengan ikon Prancis itu sendiri,” pungkas Puthut. (Habibi)