Wisata Karyawan Gelombang 4 UMY Kunjungi International Islamic University Malaysia

Oktober 28, 2016 oleh : BHP UMY

img-20161024-wa027

Rombongan gelombang ke-4 wisata karyawan UMY pada Senin (24/10) berkesempatan melakukan kunjungan ke International Islamic University Malaysia (IIUM) atau Universiti Islam Antarbangsa Malaysia. Kunjungan tersebut dilakukan juga dalam rangka mewujudkan kredo UMY Muda Mendunia dan tagline Unggul dan Islami.

Menurut Dimas Bagus Wiranatakusuma, Dosen Prodi Ilmu Ekonomi UMY, selaku ketua rombongan, dalam kunjungan tersebut pihak UMY disambut oleh Puan Norhani Abu Bakar selaku Deputi Direktur bidang Pelayanan dan Manajemen Strategis IIUM. Dalam kunjungan Puan Norhani menekankan beberapa aspek kepada rombongan UMY.

“Puan menjelaskan kepada kami tentang manajemen sumber daya manusia, akademik, keuangan, dan fasilitas. Dalam kontek manajemen SDM, Puan menyampaikan terkait keberadaan dosen, karyawan dan tenaga kontrak yang keseluruhannya berjumlah 4000 orang dengan jumlah karyawan hampir setengahnya. Hal ini berarti bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 20 ribuan, maka rasionya cukup ideal,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Biro Humas UMY pada Kamis (27/10).

Dimas juga mengatakan bahwa dalam kunjungan tersebut, Puan juga menjelaskan bahwa sistem di IIUM sendiri mengacu pada balaced score card system, dimana setiap target dirumuskan dan dijabarkan hingga unit kerja terkecil sehingga ada ukuran kinerjanya. Kemudian dari sisi akademik, dijelaskan pula bahwa standar untuk dosen harus strata 3 atau doktor. Jika ada rekruitmen dosen dengan level di bawah S3, maka diwajibkan untuk segera melanjutkan ke level yang lebih tinggi. “Selain dosen, akademik karyawan di sana ternyata juga diperhatikan, dalam arti bila ada yang ingin melanjutkan ke level pendidikan atau jenjang yang lebih tinggi. Namun hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi karir atau sisi pendapatan, tetapi lebih kepada aspek wawasannya saja,” ujarnya.

Sementara dari aspek keungan, lanjut Dimas lagi, IIUM adalah universitas negeri sehingga sangat bergantung pada keuangan negara, termasuk standar penggajian para dosen dan karyawan. “Menurut standar penggajian yang dibuat pemerintah Malaysia, sebagai contoh untuk pengemudi, diberikan gaji sekitar 1200 ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 3,6 juta. Sementara untuk dosen dengan level pendidikan S2, standar gaji sekitar Rp. 12 juta. Kemudian dari aspek fasilitas, fasilitas di IIUM juga dilakukan dengan berbasis teknologi informasi,” jelasnya.

Dalam kunjungan yang diikuti oleh sekitar 40 karyawan UMY ini, Dimas juga mengakui bahwa para karyawan merasa sangat puas dan bersyukur dengan adanya kunjungan ke IIUM tersebut. Selain mendapatkan wawasan baru mengenai manajemen kampus di IIUM, hal yang tak kalah pentingnya menurut Dimas yakni motivasi tambahan yang didapat oleh karyawan UMY untuk lebih bisa berkarya untuk UMY agar kedepannya UMY semakin menjadi kampus yang lebih baik, bahkan lebih bisa bersaing dengan kampus-kampus internasional.