Wawancara Eksklusif Balon Rektor UMY – Prof. Dr. BAMBANG CIPTO, M.A.

Oktober 18, 2016 oleh : BHP UMY

img_1292 Guru Besar pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional ini lahir di Yogyakarta pada 11 Februari 1958. Menyelesaikan studi S1 di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1986, Master di Ohio State University pada 1990, dan Doktor di UGM pada tahun 2002. Sebagai dosen, Prof.Dr. Bambang Cipto, MA mengampu mata kuliah Politik Pemerintahan Amerika Serikat dan Demokrasi. Beliau pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Rektor I UMY pada tahun 2011-2012, dan Rektor pada masa jabatan 2013-2016.

Apa visi misi bapak jika diberi kesempatan menjadi rektor UMY?
Yang jelas kita mengikuti visi yang sesuai dengan visi misi yang telah dimiliki UMY yaitu menjadikan UMY sebagai perguruan tinggi yang Unggul dan Islami. Karena tidak mungkin mengubah visi, maka kita lakukan penyesuaian-penyesuaian dari berbagai segi yang dianggap penting, strategis, mendesak, jika perlu kami melakukan perubahan-perubahan. Tetapi arahnya tetap menjadikan UMY sebagai perguruan tinggi yang Unggul dan Islami. Unggul dalam bidang pengetahuan, teknologi, dan juga pengembangan nilai-nilai Islam.

Apa program 100 hari/1 tahun pertama apabila diamanahkan menjadi rektor?
Untuk tahun pertama kita akan memperkuat bidang-bidang utama seperti SDM (Sumber Daya Manusia), yang kedua memperkuat penelitian para dosen, terutama kita ingin agar para dosen nanti semakin produktif dalam menghasilkan penelitian-penelitian, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena hal tersebut berkaitan erat dengan posisi UMY dalam tataran internasional. Kita ingin supaya score UMY di QS Star bertambah, yaitu dengan memperbanyak hasil-hasil penelitian internasional yang terbit di jurnal-jurnal internasional yang saat ini masih sangat sedikit dilakukan oleh para dosen. Oleh karena itu kita akan mem-push supaya semakin banyak jurnal penelitian yang bisa publish di tingkat internasional.

Apa strategi untuk UMY jika terpilih menjadi rektor?
Pertama, peningkatan kemampuan penelitian para dosen, peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional, peningkatan internasionalisasi bagi mahasiswa. Semakin banyak mahasiswa UMY yang akan mendapatkan kesempatan tinggal di luar negeri, tidak hanya satu atau dua minggu, tetapi juga tinggal selama satu semester, baik di perguruan tinggi asing maupun di kantor-kantor profesional sesuai dengan bidang mahasiswa masing-masing. Kita ingin jumlah ini ditingkatkan. Selain itu juga tempatnya diperluas, tidak hanya di Asia, tetapi mungkin di Australia, dan Eropa. Sebenarnya mobilisasi mahasiswa di Eropa sudah jalan, yakni di Spanyol sudah rutin tiga tahun terakhir. Programnya pun sudah selama satu semester. Model seperti ini yang ingin kita tingkatkan jumlahnya. Karena kita bersaing dengan perguruan tinggi asing, makanya kita harus juga seperti itu.

Jika ternyata jabatan rektor diamanahkan kepada calon lain, apa yang akan bapak lakukan?
Saya akan kembali sesuai rumah, yakni di jurusan Hubungan Internasional. Kembali disana memperkuat program studi Ilmu Hubungan Internasional, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Memperbanyak hasil-hasil penelitian, mendorong kerjasama internasional, karena semua itu harus terus dilakukan. Secara pribadi saya ingin lebih banyak menghasilkan buku-buku, karena cukup lama di rektorat sehingga waktu untuk menulis pun menjadi sangat terbatas. Mungkin dengan kembali ke jurusan, saya akan lebih banyak lagi menghasilkan karya-karya ilmiah dalam bidang Hubungan Internasional.