UMY- USM Sosialisasikan Bahaya Resistensi Antibiotik Pada Masyarakat

Oktober 22, 2013 oleh : BHP UMY

malaysiaUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Sains Malaysia (USM) mengadakan sosialisasi bahaya penyalahgunaan obat antibiotik pada masyarakat Penang, Malaysia. Sosialisasi tersebut dilaksanakan beriringan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMY dan USM, sebagai komitmen antara dua universitas tersebut untuk  meningkatkan kajian farmasi.

Dosen Farmasi UMY Rifki Febriansah,.M.Sc.,Apt, mengatakan bahwa penggunaan antibiotik kurang terkontrol penggunaannya, baik itu di Malaysia maupun di Indonesia. Berdasarkan penelitian di Malaysia dapat diketahui sebanyak 70% masyarakat Malaysia melakukan penyalahgunaan obat antibiotik, sedangkan di Indonesia belum ada penelitian yang sejenis. “Sebelum sosialisasi resistensi antibiotik di Malaysia, pihak USM sudah meneliti terlebih dahulu dan mendapatkan hasil itu. Sedangkan untuk di Indonesia belum ada penelitian yang mendalam”, kata Rifki saat ditemui di ruang dosen Farmasi UMY, Senin (21/10).
Rifki mengungkapkan ada kesamaan persepsi antara masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam hal obat antibiotik. Di Malaysia masyarakat berpikir bahwa setiap penyakit dapat disembuhkan oleh antibiotik, masyarakat Indonesia juga berpikir antibiotik adalah obat segala penyakit. “Pernah kita tanya pada pelanggan apotek, pelanggan tersebut membeli obat antibiotik untuk menghilangkan rasa sakit. Hal inilah yang disebut lepas kontrolnya obat antibiotik, jika antibiotik dikonsumsi diluar kontrol, maka nantinya antibiotik tidak akan berpengaruh pada tubuh”, jelas dosen Farmasi UMY ini.
Rifki juga mengatakan bahwa penyalahgunaan obat antibiotik ini menjadi permasalahan kajian farmasi diberbagai negara, bukan hanya Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, Farmasi UMY nantinya akan melaksanakan kampanye resistensi antibiotik pada masyarakat di Yogyakarta. “Selain merancang kampanye resistensi antibiotik pada masyarakat di Yogyakarta nanti, kita juga akan melakukan penelitian mendalam tentang kasus ini. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat”, katanya.
Kegiatan Student Training Exchange UMY- USM yang diikuti oleh 8 mahasiswa Farmasi UMY dan mahasiswa USM ini, dibimbing oleh Prof. Dr. Syed Azhar Syed SulaimanAssoc. Prof. Mohamed Azmi Ahmad Hassali, B.Pharm, M.Pharm (Clin.Pharm), PhDProf. Dr. Saringat Haji Baie, dan Dr. Fahad Saleem serta Rifki Febriansah,.M.Sc.,Apt dari Farmasi UMY.
Sedangkan Dekan Pusat Pengajian Farmasi USM Prof. Dr.Munavvar Zubaid Abdul Sattar mengatakan, kerjasama antara UMY dan USM hendaknya dapat dipertahankan terus. Mulai dari pertukaran mahasiswa hingga pertukaran tenaga pengajar nantinya, sehingga kajian Ilmu Farmasi UMY dan USM semakin baik. “untuk program penyuluhan bahaya resistensi antibiotik ini, USM nantinya akan mendukung UMY untuk melakukan penyuluhan di Indonesia”, jelasnya saat menyambut rombongan UMY di Penang. (syah)