UMY Targetkan Tambah 4 Jurnal Terakreditasi Di Tahun 2019

Februari 11, 2019 oleh : BHP UMY

Dalam dunia akademis, tulisan ilmiah merupakan salah satu luaran yang dihasilkan oleh perguruan tinggi sebagai institusi yang memproduksi ilmu. Tulisan tersebut kini banyak dikelola serta dikompilasi menjadi sebuah jurnal ilmiah dan seringkali menjadi rujukan dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh banyak pihak. Namun demikian untuk menjadi sumber rujukan yang dapat di pertanggung jawabkan, pengelolaan jurnal juga harus dilakukan secara apik untuk menjaga kredibilitas. Hal tersebut yang menjadi tujuan dari Journal Camp 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada hari Rabu (6/2) di hotel Grand Serela.

Disampaikan oleh Dr. Ir. Gatot Supangkat,M.P, kepala LP3M UMY bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menjaga prestasi yang ada dan juga meningkatkannya. “Kami ingin agar posisi kita semakin mantap baik secara kuantitas dan kualitas. Saat ini UMY memiliki 8 jurnal yang sudah terkreditasi pada SINTA (Science and Technology Index) Ristekdikti. Ini yg berusaha kita jaga statusnya dan juga sekaligus untuk tahun ini kami menergetkan 4 jurnal lainnya untuk terakreditasi, minimal pada SINTA 2 agar dapat terindeks SCOPUS. Untuk ini kami lakukan program pendampingan yang dilakukan oleh tim jurnal yang sudah terakreditasi kepada jurnal yg belum, tujuannya agar jurnal tersebut dapat menerapkan manajemen yang sesuai dengan ketentuan Ristekdikti,” jelasnya saat diwawancarai di sela kegiatan.

“Salah satu kandidat yang kita dorong untuk meningkatkan statusnya adalah jurnal Plantatropika dari Agroteknologi UMY. Jurnal tersebut merupakan salah satu jurnal yang mendapatkan hibah pengelolaan jurnal dari Kemenristekdikti dan dengan ini diharapkan dapat naik akreditasinya ke tingkat SINTA 1,” ujar Gatot melanjutkan.

Dipaparkan oleh Dr. Phill Ridho al-hadi, M.A., Ketua pengelola Jurnal Studi Pemerintahan selaku narasumber dalam kegiatan tersebut bahwa dalam persoalan pengelolaan jurnal terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tulisan yang sesuai dengan standar. “Harus rajin dan rutin untuk mencari naskah yang berkualitas dan untuk mendapatkannya bisa memanfaatkan jaringan yang ada di kampus. Misal jaringan asosiasi prodi atau dosen, jaringan alumni, atau kolega kampus yang berbasis penelitian. Selain itu juga perlu dibentuk tim asistensi karena mereka yang kemudian akan bertugas untuk memberikan respon yang cepat tanggap. Misal untuk memperbaiki paper sesuai author guideline, follow up berbagai isu mengenai tulisan ke penulis dan lainnya,” jelasnya.

Selain mengenai isi jurnal berupa tulisan ilmiah, pengelolaan jurnal juga perlu memperhatikan hal lainnya. “Selain subtansi artikel ilmiah dan penulisannya ada poin lainnya yang harus diperhatikan dengan seksama penindakannya. Mulai dari penamaan jurnal; kelembagaan penerbit jurnal; hingga keberkalaan penerbitan seperti konsistensi waktu terbit serta jumlah artikel yang dimuat dalam jurnal tersebut. Kemudian jangan lupa patuhi etika dalam jurnal, misal untuk kebutuhan akreditasi salah satu penilaiannya adalah melalui sitasi. Jangan paksa mahasiswa untuk mengutip tulisan dosen anda yang terdapat dalam jurnal tersebut untuk menaikkan jumlah sitasi,” papar Ridho.