UMY Pertanyakan Hasil Pemeringkatan Kemenristekdikti

Agustus 25, 2017 oleh : BHP UMY

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat mendapatkan informasi mengenai 100 Besar Perguruan Tinggi Non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Politeknik di Indonesia tahun 2017. Informasi pemeringkatan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 21 Agustus 2017 yang lalu, melalui situsnya di http://dikti.go.id. Situs tersebut juga mengunggah informasi pemeringkatan di media sosial resminya pada Selasa, 22 Agustus 2017.

Melihat informasi resmi tersebut, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mempertanyakan mengapa UMY tidak terdaftar dalam pemeringkatan tersebut. Setelah melakukan konfirmasi melalui telepon kepada pihak Kemenristekdikti, didapatkan informasi bahwa UMY tidak tercantum dalam pemeringkatan tersebut dikarenakan UMY berada di klaster 2. Padahal, dari data yang diunggah tersebut terdapat beberapa universitas yang juga berada di klaster 2, bukan hanya klaster 1 saja seperti klarifikasi yang didapatkan. Karena itulah, informasi pemeringkatan tersebut dianggap civitas UMY sebagai informasi yang ambigu.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional UMY menilai bahwa pemeringkatan perguruan tinggi yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti tersebut belum menggunakan data dari Direktorat Kelembagaan. “Jadi pemeringkatan kemenristekdikti itu, belum menggunakan data di dalam website pemeringkatan perguruan tinggi di bawah Direktorat Kelembagaan. Jadi kemungkinan belum update. Jadi kami harapkan, Kementerian nanti bisa merevisi rilis yang sudah tersebar tersebut. Karena jika kita mencari di website pemeringkatan dan mencari UMY atau Universitas Gunadarma, itu tercantum UMY peringkat 71 dan Gunadarma 89, namun tidak ada di tabel pemeringkatan yang dirilis oleh Kemenristerkdikti,” ujarnya, saat diwawancari pada Kamis sore (24/8) di Kampus Terpadu UMY.

Informasi bahwa UMY juga masuk dalam jajaran 100 Besar Perguruan Tinggi Non Politeknik dan masuk dalam peringkat 71, menurut Achmad Nurmandi bisa dilihat melalui situs pemeringkatan.ristekdikti.go.id, dengan daftar kode universitas 051007. “Dari website pemeringkatan ristekdikti tersebut, UMY berada di Peringkat Umum di angka 71. Dengan rincian untuk kategori Sumberdaya manusia UMY di peringkat 653, kategori kemahasiswaan di peringkat 50, kategori akreditasi UMY berada di peringkat 17, dan kategori penelitian dan publikasi di peringkat 48,” jelas Nurmandi.

Selain itu, yang perlu diketahui oleh masyarakat, Achmad Nurmandi kembali memaparkan, bahwa berdasarkan atas pemeringkatan berbasis website yang dilakukan oleh lembaga pemeringkatan internasional yakni Webometrics dan 4ICU, UMY mendapatkan peringkat yang bagus di antara perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia. “Kalau menurut penilaian dari Webometrics yang dikeluarkan pada Juli 2017, UMY mendapatkan peringkat 24 dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia atau menempati posisi lima besar Perguruan Tinggi Swasta terbaik versi Webometrics, setelah Universitas Kristen Petra, Universitas Bina Nusantara, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Dian Nuswantoro. Kemudian untuk versi 4ICU 2017, UMY menempati peringkat 25 dari seluruh universitas di Indonesia dan peringkat 5 untuk PTS, setelah Universitas Islam Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Widyatama, dan Universitas Narotama,” papar Nurmandi lagi. Pemeringkatan yang dilakukan Webometrics tersebut juga berdasarkan publikasi terindeks scopus dan jumlah sitasi publikasi.

Berdasarkan peringkat yang diraih UMY melalui Webometrics, 4ICU dan QS Star yang juga pernah diraih oleh UMY, menunjukkan bahwa UMY selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saingnya agar bisa sejajar dengan dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia. Selain itu, UMY juga terus berusaha untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan anak bangsa.