UMY Kirim Staf Urusan Internasional ke UUM-Malaysia

Februari 4, 2012 oleh : BHP UMY

Arus komunikasi di era globalisasi sekarang ini memberikan tantangan yang semakin kompleks. Kondisi Ekonomi, politik, sosial dan budaya menjadi saling berhubungan di antara negara-negara, termasuk di dunia pendidikan yang melampaui batas teritorial. Dalam hal ini, sebuah lembaga pendidikan tinggi diharapkan memiliki pengelola yang benar-benar memahami dinamika internasional.

Terkait hal tersebut,  UMY mengirimkan 3 Staf-nya untuk melakukan Studi Banding ke College of Law, Government and International Studies Universiti Utara Malaysia (COLGIS UUM). Hal ini dilakukan UMY juga dalam mendukung visi universitas yang mulai digalakkan tahun ini berupa internasionalisasi kampus dengan slogan “Muda Mendunia”.

Ketiga staf tersebut, Aris Nuryanta (Kepala Tata Usaha FISIPOL UMY), Sri Suharti (Staf Administratif HI International Class UMY), dan Hijriyah Oktaviani (Staf Biro Kerjasama UMY) melakukan studi banding sejak 26 Januari hingga 3 Februari 2012.

Menurut Kepala Kantor Urusan Internasional UMY, Tony K Hariadi di Kampus Terpadu UMY Jumat (3/1), ketiga staf UMY tersebut melakukan studi banding misalnya mengenai prosedur pertukaran pelajar dan akademis. UMY tahun ini, memang berupaya besar dalam memperkuat nilai internasionalisasi kampus dengan indikator banyaknya pertukaran pelajar dan kerjasama yang bersifat internasional. “Dengan kompetensi pengelola yang meningkat, target internasionalisasi tersebut akan lebih mudah dicapai nantinya”.

Selain mengenai prosedur pertukaran pelajar, hal lain berupa prosedur operasional standar pembayaran mahasiswa internasional, mempelajari Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pengajuan kerjasama layanan, mempelajari proses imigrasi dan visa, serta hal lain terkait urusan internasional. “Kebutuhan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang mengelola lembaga pendidikan seperti ini yang dibutuhkan menuju internasionalisasi UMY” jelasnya Tony.

Pemilihan UUM menurut Tony  dilakukan dalam upaya memberikan lingkungan yang berbeda dengan yang terjadi di dalam negeri. Hal ini karena yang akan diurusi oleh staf-staf yang dikirim adalah mengurusi kerjasama Internasional sehingga perlu mengetahui proses administrasi di luar negeri yang bisa jadi lebih profesional dari Indonesia. “Indonesia memiliki masalah pembangunan karakter berkaitan dengan semangat dan etos kerja dalam menghadapi permasalahan di pekerjaan. Kami harus menghilangkan itu demi UMY yang muda mendunia” terangnya. (fariz)