UMY Kerjasama dengan British Council Adakan Training Metode Pengajaran Bahasa Inggris Bagi Dosen

Februari 10, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_2445Untuk mempersiapkan program internasionalisasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalin kerjasama dengan British Council dalam menyelengarakan program “Academic Teaching Excellence “ (ATE) bagi para dosennya. Program ATE diinisiasi dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen di UMY dalam berbahasa Inggris dan mengajar dengan bahasa Inggris sebagai pengantarnya. Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto menyampaikan bahwa program ini dilakukan sebagai proses untuk mencapai target dibentuknya kelas internasional pada masing-masing program studi di UMY.

Sementara Toni K. Hariadi, Kepala Kantor Urusan Internasional UMY mengatakan bahwa training metode pengajaran bahasa Inggris bagi dosen UMY tersebut, akan dimulai pada bulan Februari 2016. “Pada bulan Februari ini, program akan dimulai dengan pengenalan ATE oleh British Council selama 5 hari. Kemudian pada bulan April mendatang akan disambung dengan program TOT (Training of Trainers),” jelasnya dalam pembukaan Seminar Sosialisasi ATE British Council di ruang Sidang AR. Fakhrudin A lantai 5 pada Rabu (10/2). Toni menambahkan bahwa dengan diadakannya program ini, kedepannya kapasitas para dosen UMY diharapkan bisa lebih baik, terutama dalam metode mengajar berbahasa Inggris.

Direktur Pelatihan dan Pengembangan, British Council, Michael Little menyampaikan bahwa program ini dibentuk bertujuan untuk membantu para akademisi dalam menggunakan instruksi media berbahasa Inggris. Selain itu juga untuk mengembangkan keterampilan para dosen dalam mengajar agar bisa menciptakan mahasiswa yang berkualitas dan unggul. “Program ini juga bertujuan untuk membangun tim pengajar di UMY yang akan memberikan dukungan dan pengembangan perkuliahan dengan pengantar bahasa Inggris dalam jangka panjang,” tutur Michael.

Michael juga mengungkapkan bahwa dengan diselenggarakannya program ATE kepada para dosen akan membuktikan komitmen UMY untuk melakukan program internasionalisasi, dan kedepannya dapat menarik minat mahasiswa internasional. “Para dosen yang mengikuti program ini akan lebih percaya diri dan memiliki kepuasan kerja yang lebih,” terang Michael. Selain memberikan manfaat untuk para dosen, program ini juga akan memberikan manfaat tersendiri bagi mahasiswa. Selain mahasiswa dapat menjalani proses mengajar yang efektif, harapannya mahasiswa juga dapat lebih berkembang khususnya dalam skill berbahasa Inggris dan memahami mata kuliah yang berbahasa Inggris.

ATE sendiri, Michael menjelaskan, adalah program yang dikembangkan bersama antara British Council dengan University of Oxford dan didesain untuk mendukung para dosen di perguruan tinggi yang mengampu mata kuliah dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. “Ini sangat membantu terutama untuk dosen yang mengajar kelas multilingual. Program ini dapat membantu dosen untuk mendesain dan menyampaikan mata kuliah dalam bahasa Inggris dan memenuhi kebutuhan linguistic mahasiswa,” ujar Michael.

Program ATE yang akan diberlakukan di UMY ini tidak hanya memfokuskan pada peningkatan kapasitas berbahasa Inggris bagi para dosen UMY. Namun, juga mencakup metode pengajaran menggunakan bahasa Inggris. Sehingga dalam program ATE ini, para dosen tidak akan diberikan pre-test dan post-test English maupun target pencapaian nilai IELTS. (Deansa)