UMY Gelar OSCE Keperawatan Pertama di Indonesia

Oktober 11, 2014 oleh : BHP UMY

Ketua OSCE UMY Moh. Afandi,Skep.,Ns.,MAN menyerahkan tanda ujian OSCE bagi peserta

Program Studi Ilmu Keperawatan UMY diprecaya menjadi lokasi uji coba Objective Structure Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Diploma III dan Ners tingkat akhir. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-undang Keperawatan yang telah disahkan DPR RI beberap waktu lalu. UMY ditunjuk sebagai lokasi pertama kali ujian tersebut karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai.

Ketua OSCE UMY Moh. Afandi,Skep.,Ns.,MAN menerangkan, model ujian OSCE sebelumnya hanya diterapkan pada Program Studi Pendidikan Dokter, namun UU keperawatan yang baru mewajibkan profesi perawat melewati tahap tersebut. Sehingga ke depan seluruh institusi Perguruan Tinggi yang memiliki Program Studi Keperawatan harus menyelenggarakan ujian itu dengan standar nasional serta tim penguji khusus.

Pengajar FKIK UMY itu mengaku konsep OSCE bagi para calon perawat tersebut telah dirancang sejak satu tahun yang lalu oleh tim pengembang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Kemudian sebelas orang mahasiswa UMY akan mencoba menempuh rangkaian ujian tersebut selama dua hari, 10 hingga 11 Oktober 2014. “OSCE ini sebenernya sudah (dirancang) sejak satu tahun yang lalu, sekarang standarnya sudah selesai, kita menjadi tempat uji coba OSCE secara nasional pertama kalinya, karena kita yang dinilai lebih siap secara fasilitas,” ungkap Afandi di sela-sela pembekalan mahasiswa Ners UMY yang akan menjalani OSCE, JUm’at (10/10) pagi.

Lebih jauh Ns. Heriyanto, Adi nugroho,S.kp.M.kep,Sp.Kom, anggota Tim Pengembang Uji Kompetensi Health Project Education Quality menambahkan, sebelumya pendidikan perawat hanya memiliki ujian tulis, namun dengan adanya OSCE tersebut nantinya para perawat akan diuji berbagai kemampuannya secara langsung ketika berhadapan dengan klien (pasien). Selain itu para peserta akan dinilai oleh tim penguji khusus dengan standar nasional. OSCE, lanjut Heriyanto, akan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi para calon perawat Indonesia dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi perawat untuk menghadapi persaingan dengan negara lain yang tentunya semakin berat.

“Kemampuan dalam berkomunikasi dengan klien, bagaimana mereka menjaga keamanan klien, kemudian kemampuan penampilan professional, serta menganalisa rencana tindakan dan tindakan. Untuk lokasi pertama kali ini ditunjuk siapa yang siap, kebetulan UMY siap dan memiliki fasilitas yang bagus,” jelas Heriyanto yang juga pengajar di Universitas Muhammadiyah Semarang.