Mahasiswi UMY Diharapkan Mampu Menutup Auratnya Secara Sempurna

September 5, 2013 oleh : BHP UMY

DSC_0582
Banyak orang yang mengaku dirinya Muslim, tapi masih belum menjalankan perintah Allah SWT dengan sempurna. Banyak pula yang mengaku Muslimah tapi masih banyak pula yang belum menutup auratnya secara sempurna, karena menurut mereka, hati mereka belum berjilbab. Padahal, jika ia mengaku bahwa dirinya seorang Muslimah seharusnya bisa menutup auratnya dengan sempurna. Begitu pula pada mahasiswi UMY, mereka diharapkan untuk bisa menutup auratnya degan sempurna karena kewajiban tersebut juga berlaku pada mereka.

Demikian benang merah materi “Islam Sebagai Pilihan Hidup” yang disampaikan oleh Drs. H. Marsudi Iman, M.Ag di tengah-tengah peserta Orientasi Dasar Studi Islam (OSDI) putri, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Sportorium Kampus Terpadu UMY, Kamis (5/9).

Marsudi menyampaikan, sebagai seorang Muslimah juga mempunyai kewajiban untuk menutup auratnya. “Kewajiban menutup aurat dengan jilbab itu bukan hanya dipatuhi ketika kalian sedang berada di kampus saja. Tapi dimana pun Anda sebagai seorang mahasiswi Muslimah berada, harus bisa menjaga auratnya dan menutupnya dengan sempurna. Karena kalau sudah mengaku bahwa dirinya seorang Muslim atau Muslimah, mau tidak mau harus patuh pada norma atau pembuat aturan, yaitu Allah SWT,

DSC_0578

” tuturnya.

Pakaian yang menutup aurat secara sempurna itu, menurut Dosen FAI UMY ini adalah pakaian yang tidak ketat, tidak transparan, tidak menyerupai laki-laki, menutup seluruh badan, dan jilbabnya menutup dada. “Kalau mahasiswi UMY mau ikut mode tidak apa-apa, karena hal itu tidak ada larangan, asalkan tidak berlebihan. Tidak berlebihan itu seperti tidak menggunakan jilbab seperti punuk unta, atau menggunakan pakaian atau jilbab dengan warna mencolok. Karena itu yang justru akan mengundang perhatian orang lain,” paparnya.

Marsudi juga menambahkan bahwa seorang Muslimah yang beralasan bahwa hatinya belum berjilbab, kemudian tidak mau menutup auratnya dengan jilbab itu keliru. Karena hal itu tidak perlu ditunggu, sebab tidak ada yang bisa mengetahui sampai kapan ia akan hidup. “Kalau mau berjilbab, jangan menunggu hatinya berjilbab dulu. Tapi yang benar, berjilbab dulu baru kemudian sesuaikan kondisi dirinya dengan pakaian yang digunakan. Sebab orang lain itu biasanya melihat seseorang dari penampilan luarnya dulu,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY, Dr. M. Khairuddin Hamsin, Lc., LL.M menyampaikan bahwa kegiatan OSDI tersebut merupakan kegiatan wajib bagi setiap mahasiswa baru UMY. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai nilai dasar atau pondasi ajaran Islam. “Dan menumbuhkan kesadaran pada para mahasiswa baru agar Islam dapat dijadikan pilihan hidup serta sumber motivasi untuk menjalani proses perkuliahan di UMY,” pungkasnya.