Umbi-umbian dan Empon-empon, Jenis tanaman yang bertahan ketika Erupsi Merapi

Desember 17, 2010 oleh : BHP UMY

Pada saat terjadi erupsi Merapi hampir semua jenis tanaman mengalami kerusakan. Namun ada beberapa jenis tanaman yang masih bertahan ketika terkena awan panas. Atau paling tidak tanaman tersebut cepat mengalami regenerasi atau trubus seperti umbi-umbian dan empon-empon.

Demikian disampaikan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ir. Gatot Supangkat, M.P dalam diskusi terbatas ‘Jenis-jenis Tanaman yang bertahan dengan Erupsi Merapi’ di Kampus Terpadu UMY Rabu (15/12).

Dalam penuturan Gatot, jenis-jenis tanaman tersebut hanya daunnya saja yang rusak tetapi umbinya tidak. “Umbi tidak rusak karena berada di dalam tanah, selain itu daun umbi-umbian tersebut cenderung cepat tumbuh kembali atau trubus,”urainya.

Sehingga akan sangat menguntungkan bagi penduduk di sekitar Merapi. “Selain mereka tetap memperoleh bahan makanan, mereka juga masih memperoleh tambahan penghasilan jika memanennya. Permasalahannya masyarakat tidak terlalu banyak yang menanam jenis umbi-umbian tersebut,”tuturnya.

Senada dengan Gator, Kepala Program Studi Agroteknologi, Ir. Agung Astuti, M.Si menambahkan, selain umbi-umbian jenis tanaman yang bertahan ketika erupsi Merapi adalah jenis tanaman empon-empon.

“Jenis tanaman seperti jahe, kunyit, kencur juga bertahan ketika terkena awan panas. Karena tanaman tersebut juga di dalam tanah, daunnya juga cepat trubus. Selain itu tanaman empon-empon juga pasti dibutuhkan oleh para penduduk. Khususnya dalam menjaga daya tahan tubuh maupun mengobati masuk angin.”papar Agung.

Agung juga menyarankan, akan lebih baik jika penduduk di sekitar Merapi mulai menerapkan lumbung hidup. “Kita biasanya mengenal lumbung padi untuk menyimpan padi yang sudah dipanen. Kemudian kenapa kita juga tidak mempersiapkan lumbung hidup dengan menanam tanaman umbi-umbian maupun empon-empon. Karena sudah terbukti bahwa tanaman tersebut mampu bertahan pada saat erupsi Merapi. Sehingga ketika penduduk kembali dari pengungsian, mereka tidak bingung akan memperoleh penghasilan darimana, atau akan memperoleh bahan makan apa ketika sudah memiliki lumbung hidup ini.”tegasnya.

Terkait dengan tanaman salak Gatot menyarankan agar petani memotong daun-daun maupun ranting pohon salak yang rusak. “Hal ini dilakukan untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru tanaman salak tersebut,”ujar Gatot.