Ubah kebiasaan hidup manusia cegah memburuknya perubahan iklim

Agustus 15, 2011 oleh : BHP UMY

Perubahan iklim telah terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perubahan iklim ini menuntut manusia untuk mengubah kebiasaan hidup dengan menjadi virus perubahan sebagai bentuk kepedulian dalam mencegah memburuknya perubahan iklim.

Demikian disampaikan Valerina Daniel, Duta Lingkungan Hidup Republik Indonesia, dalam Dialog Interaktif “Cara Praktis Memelihara Bumi” pada Sabtu (13/8) sore. Acara yang bertempat di Convention Hall Asri Medical Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini terselenggara atas kerja sama Pusat Studi Lingkungan dan Bencana (PSLB) UMY dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Pada dialog ini, Vale yang juga merupakan Puteri Lingkungan dan Runner Up Puteri Indonesia 2005 menyampaikan bagaimana bumi berubah dari waktu ke waktu, serta berbagai kerusakan yang akan terjadi di seluruh pelosok bumi ini bila kita tidak ‘melakukan sesuatu’ sedini mungkin.

Vale menyampaikan beberapa tips bagaimana memelihara bumi demi mencegah memburuknya perubahan iklim. Ke-13 tips tersebut dia namakan COP13 (Cara Oke Pelihara Bumi) yang dimulai dengan diri sendiri dengan bisa selalu mencari tahu dan menambah pengetahuan tentang perubahan iklim serta cara mencegahnya. “Kita juga bisa menyebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekitar kita agar semakin banyak orang yang tahu dan tergerak untuk ikut memulai,” terang Vale.

Menghemat energi listrik, juga merupakan cara yang mudah dilakukan setiap hari. Segera padamkan lampu saat sudah tidak diperlukan, rancanglah ruangan yang terbuka sehingga kita bisa meminimalkan penggunaan lampu dan menggantinya dengan sinar matahari. Vale juga menyarankan agar kita beralih dari lampu pijar ke lampu hemat energi. Selain itu, matikan alat elektronik setelah digunakan, jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan “on”. Selain menghemat listrik, cara ini sekaligus menghemat biaya dan efisiensi ruangan.

Langkah lainnya adalah mendaur ulang sampah. Pisahkan sampah organik dan non-organik. Kita bisa mengolah sampah organik menjadi kompos, sementara produk non-organik menjadi barang lain. Hindari membakar sampah Karena bisa menghasilkan polusi udara dan tanah. Vale juga menyarankan agar manusi menghemat BBM, air, kertas, dan menghindari kantong plastik.

Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan juga adalah selalu kembali ke alam dengan menggunakan berbagai produk alami, menanam pohon dan berkebun apa saja di sekitar rumah, mengisi liburan dengan piknik ke taman, menggunakan produk lokal yang ramah lingkungan dan jadilah pejuang lingkungan. Menjadi pejuang lingkungan bisa dengan menegur orang yang membuang sampah sembarangan, atau bergabung dengan kelompok masyarakat pecinta lingkungan. “In every crisis, there is opportunity, tanyalah pada diri kita, apa yang bisa kita lakukan untuk bumi kita,” ujar Vale di penghujung dialog.