Tingkatkan Kualitas Pengajar Bahasa Arab PBA UMY Adakan Workshop Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab

Juli 26, 2018 oleh : BHP UMY

Program studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yoyakarta (PBA UMY) melalui Ittihad Mudarris Lughoh Arabiyyah Indonesia (IMLA) untuk kedua kalinya berhasil bekerjasama dengan King Abdullah Bin Abdulaziz International Center for The Arabic Language dan Markaz Buhuts Wa Tawashul Al Marifi Saudi Arabia. Kerjasama yang dilakukan kali ini dengan mengundang Prof. Dr. Sulthon Al Qahthani dan Prof. Dr. Musaid Al Utaibiy sebagai narasumber pada acara Workshop Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Penutur Non Arab 2018 pada Kamis (26/07) Di Gedung Ar Fachrudin A kampus terpadu UMY.

Hilman Latief, S.Ag., M.A. Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY mewakili rektor UMY, dalam sambutanya menyampaikan selamat kepada para peserta juga turut mendukung acara ini. UMY menurutnya, akan terus mendorong Pendidikan Bahasa Arab untuk mengirimkan mahasiswa dan mahasiswi ke Timur tengah. “Insyaallah UMY akan terus berkomitmen mendukung Pendidikan Bahasa Arab untuk mewujudkan mimpi kita dengan mengirim mahasiswa sebanyak-banyaknya keluar. Dan mengundang sebanyak-banyaknya mahasiswa Timur Tengah untuk pengembangan prodi Bahasa Arab UMY. Kami sudah sering mengirim mahasiswa ke luar negeri, tapi belum pernah mengirimkan mahasiswa Pendidikan Bahasa arab untuk pergi ke Timur Tengah,” ungkap Hilman.

Sementara itu Roojil Fadillah selaku sekertaris program studi bahasa Arab mengungkapkan bahwa salah satu tujuan dari diadakannya workshop Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Penutur Non Arab ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengajar bahasa Arab non Arab agar dapat mengikuti perkembangan zaman dalam dunia pembelajaran bahasa Arab. “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dari Saudi Arabia terhadap Indonesia. Khususnya tentang pembelajaran bahasa Arab untuk Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan penutur non Arab dengan mengundang langsung pemateri dari Saudi Arabia,” ujar Roojil.

Lebih Lanjut Roojil menambahkan workshop Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Penutur Non Arab tahun 2018 ini merupakan workshop yang akan membuat para pengajar bahasa Arab dan peserta lebih fasih serta ikut mengikuti perkembangan zaman dalam mengajarkan bahasa Arab. “Kegiatan Worshop ini merupakan tempat dimana para pengajar bahasa Arab akan meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Karena selama 3 hari kedepan para peserta akan terus diberi materi terkait pengajaran bahasa Arab yang akan mendukung pengembangan kualitas pengajar. Selain itu, pada setiap harinya akan ada 2 sesi dimulai dari materi pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang sesuai dengan zaman sekarang ini kemudian akan ada kuliah umum tentang kebudayaan dan sejarah yang ada di Arab. Lalu akan ada pemaparan visi dan misi Saudi Arabia untuk Indonesia khususnya tentang bahasa Arab pada tahun 2030 nanti. Maka dari itu saya berharap melalui kegiatan ini akan ada banyak geliat bahasa Arab di Yogyakarta dan meningkatkan kualitas peserta untuk mengajar bahasa arab dengan peningkatan kualiatas metode atau cara pembelajaran yang dilakukan,” papar Roojil.

Workshop Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Penutur Non Arab 2018 yang akan diadakan selama 3 hari yaitu 26 hingga 28 Juli tersebut diikuti oleh peserta dari kalangan praktisi, mahasiswa, dosen dan guru yang bersifat umum. Acara ini juga merupakan roadshow yang diselenggarakan oleh King Abdullah Bin Abdulaziz International Center for The Arabic Language dan Markaz Buhuts Wa Tawashul Al Marifi Saudi Arabia yang sebelumnya kedua lembaga tersebut telah singgah di beberapa kota dari Sabang sampai Merauke. Seperti Aceh, Medan, Banjarmasin, Surabaya, Makassar, Riau, Surakarta, dan kota-kota lainya di berbagai penjuru sementara Yogyakarta merupakan kota terakhir yang disinggahi. (Pras)