Tim UMY Raih Medali Perunggu di PIMNAS 29

Agustus 15, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_9786

Tim PIMNAS UMY yang diwakili oleh Fatia Mahdi Ibnu Sabili Sofan, Joni Prasetyo, Ririn Ernawati, Riska Sukmawati dan Widi Kusuma, berhasil meraih medali Perunggu dalam gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 29 yang dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam PIMNAS ke 29 yang diselenggarakan pada 8 hingga 11 Agustus 2016 ini, tim UMY meraih juara ketiga pada kategori Poster Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P), dengan judul penelitian yang mereka bawakan yakni “ZeNS Fertilizer Upaya Ekstensifikasi Kawasan Pertanian Berkelanjutan Lahan Pasir Pantai Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Menurut Fatia Mahdi Ibnu Sabili Sofan saat ditemui di Biro Humas UMY pada Senin (15/08), poster yang ia dan timnya buat tersebut berdasarkan pada penelitian yang telah mereka lakukan. Penelitian tersebut, menurut Ibnu adalah dengan meneliti penggunaan zeolit dan night soil di tanah pasir pantai. “Selama ini kita tahu kalau lahan pasir pantai itu memiliki keterbatasan pada kurangnya bahan organik dan kondisi tanah yang cepat kering, sehingga kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu unsur hara pada tanah pasir pantai juga sedikit dan tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama. Jadi dengan pemberian zeolit pada tanah pasir pantai bisa membantu tanah menyimpan air lebih lama dan night soilnya untuk menambah kebutuhan unsur hara dalam tanah,” jelasnya.

Zeolit dan night soil tersebut menurut Ibnu merupakan jenis pupuk organik yang mudah dibuat oleh setiap orang. Karena menurutnya, bahan-bahan untuk membuat pupuk organik tersebut tidak memakan biaya yang mahal. “Zeolit sendiri adalah salah satu jenis batuan yang bisa menyimpan air di dalamnya. Sedangkan night soil adalah kompos pupuk organik yang berasal dari reses manusia. Jadi pupuk ini memang mudah untuk dibuat sendiri,” ujar Ibnu lagi.

Ibnu juga menambahkan bahwa dari hasil penelitian yang mereka lakukan, ZeNS Fertilizer yang mereka buat dan telah mereka uji cobakan tersebut dapat memberikan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah daun, bobot umbi per rumpun, bobot segar tajuk dan bobot kering tajuk. “Kami telah mengujicobakan pupuk organik ini di tanah pasir pantai di daerah Sanden, Bantul pada tanaman bawang merah. Dan hasilnya menunjukkan bahwa tanaman bawang merah yang telah diberi pupuk organik dari zeolit dan night soil tersebut dapat tumbuh dengan baik dan mengalami peningkatan,” paparnya.

Hasil dari penelitian Ibnu dan keempat temannya mengenai manfaat zeolit dan night soil itulah yang kemudian menjadi bahan utama mereka membuat poster PKM-P. Menurut Joni Prasetyo, ketua tim PIMNAS UMY, isi atau materi dari poster tersebut haruslah mencakup dari isi penelitian yang telah mereka lakukan. Karena salah satu poin penilainnya adalah isi poster yang jelas, singkat, padat dan tepat. “Kemudiam poin penilaian lainnya adalah alur penjelasan di dalam poster yang terstruktur dengan baik, serta penilaian presentasi mengenai poster yang dibuat,” jelas Joni.

Walau hanya berhasil meraih medali Perunggu, namun tim UMY tersebut tidak berkecil hati untuk terus berprestasi. “Rasa sedih mungkin ada, tapi kami tetap bersyukur dengan apa yang sudah kami dapatkan. Karena di samping persiapan kami yang belum maksimal, yakni hanya 2 minggu sebelum lomba, jadwal kami juga berbenturan dengan hari libur. Namun kedepannya kami harap bisa lebih baik lagi, dan artikel penelitian kami bisa dimuat di jurnal Plantatropica milik Fakultas Pertanian UMY, serta bisa mengembangkan penelitian ini ke lahan yang lebih luas,” tutupnya.

Sharing is caring!