Tidak hanya training, SSP4 Adakan Baksos dan Observasi

Januari 9, 2018 oleh : BHP UMY

Tim KKN Sebatik, Generasi Bakti Negeri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Saudara Sebatik Project 4 (SSP4) baru saja melaksanakan Training of Trainer di daerah Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya melakukan Training, SSP4 juga melaksanakan kegiatan lain seperti bakti sosial, observasi permasalahan sosial dan sosialisasi kesehatan di Dukuh Jetisan, Desa Hargobinangun, pada Senin (8/1). Acara ini juga dihadiri oleh kepala dukuh dan beberapa tokoh masyarakat dukuh setempat.

Kegiatan ini dilakukan dalam upaya melatih dan memberikan pembekalan kepada tim Saudara Sebatik Project 4 (SSP4) terkait pengabdian masyarakat sebelum melaksanakan tugas pengabdian di Tapal Batas. Sebelum diterjunkan langsung ke Pulau Sebatik, para mahasiswa dituntut agar dapat melaksanakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ketua Training of Trainer, Okta Marzantio mengatakan bahwa kegiatan yang berlandaskan pengabdian masyarakat ini merupakan upaya pembelajaran sebagai bekal awal dalam pengabdian.

“Kegiatan Bakti Sosial dan observasi ini, menjadi kegiatan yang kami susun untuk pelatihan kepada tim SSP4, agar dapat belajar dari masyarakat sekitar tempat training secara langsung. Serta persiapan untuk KKN di Sebatik nantinya dan juga penerapannya nanti di sana. Selaini itu, kegiatan training yang dimulai sejak Minggu (7/1) hingga Selasa (9/1) ini juga menghadirkan beberapa pembicara, yang kami harapkan bisa membagikan ilmunya untuk bisa diterapkan oleh mahasiswa KKN di Sebatik nantinya,” ujar Tio.

Angga salah satu panitia training mengatakan bahwa kegiatan observasi ini juga berdampak pada bagaimana mahasiswa melihat permasalahan sosial yang ada di sekelilingnya. “Peserta diminta untuk mengumpulkan data terkait masalah sosial yang ada di desa Hargobinangun ini. Selanjutnya masalah tersebut dianalisis dan dicari solusinya yang kemudian diwujudkan dalam bentuk program kerja. Diharapkan program kerja yang diusulkan tepat guna dan mampu membantu menyelesaikan permasalahan sosial yg ada di desa Hargobinangun ini. Setelah dianalisis hasil observasi dipresentasikan dan didiskusikan bersama untuk menampung kritikan dan masukan kepada masing-masing tim,” tambahnya.

Senada dengan ketua training, Kepala Dukuh Jetisan, Desa Hargobinangun, Bapak Sri Hartanto menyatakan bahwa dengan kehadiran tim KKN Sebatik di Dusun Jetisan ini diharapkan mampu mengaplikasikan program kerja yang telah disiapkan sebelumnya. Selain itu, ia menambahkan bahwa selama ini, di dusun Jetisan memang masih jarang dilakukan kegiatan observasi dan bakti sosial oleh mahasiswa. “Selain dapat berlatih peka terhadap isu sosial yang ada, acara ini juga diharapkan dapat menjalin silaturahmi antara teman-teman KKN Sebatik dengan warga sekitar,” ungkapnya. (darel)