Tidak ada Islamophobia di Spanyol

Mei 17, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_6306

Walau agama Islam baru masuk ke Spanyol setelah 70 tahun Nabi Muhammad SAW hijrah, yakni tahun 711. Namun perkembangan umat Muslim di negara Spanyol bisa dikatakan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya Islamophobia yang tersebar di negara Spanyol.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Bachir Casti dari Fundacion Mezqueta de Sevilla, dalam kuliah umum “Islam dan Sejarahnya di Spanyol” yang diselenggarakan oleh Biro Kerjasama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung AR. Fachruddin A lantai 5 Kampus Terpadu UMY, pada Selasa (17/5).

Bachir mengatakan, ketika topik mengenai islamophobia meluas di dunia, seperti yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, ketakutan akan Islam justru tidak terjadi di Spanyol. “Kita berbicara tentang Islamophobia di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa, tapi itu tidak terjadi di Spanyol. Alhamdulillah. Orang-orang non muslim tidak mempermasalahkan kehadiran muslim di sekitar mereka. Justru banyak dari mereka yang datang ke masjid dan bertanya tentang Islam,” jelasnya.

Pemerintah Spanyol menurutnya juga tidak memberikan perlakuan khusus untuk umat Islam. Semua agama di Spanyol diperlakukan sama, jadi tidak ada jam khusus pekerja untuk beribadah, ataupun hari libur untuk merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. “Oleh karena itu proses dakwah kami lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti dalam berbicara kepada orang, membeli sesuatu, dalam pekerjaan. Sehingga lebih menarik orang-orang non muslim,” paparnya.

Bachir kembali menambahkan bahwa saat ini telah ada 2 juta umat Muslim di Spanyol. Jumlah itu masih mungkin akan bertambah. Dan salah satu kota di Spanyol yang menjadi pusat peradaban Islam Spanyol saat ini adalah Granada. “Karena itulah kami berencana akan membuat sebuah Masjid di Granada. Selain Granada kami juga melihat Sevilla sebagai kota yang penduduk muslimnya juga banyak. Karena itu pula kami ke Indonesia untuk mencari support kepada masyarakat Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia untuk ikut membantu pembangunan Masjid di Sevilla,”ungkapnya.

Sementara itu, Malik Ruiz, selaku Pimpinan Komunitas Islam di Spanyol mengatakan, Masjid yang akan dibangun di Sevilla tersebut merupakan proyek lain pihaknya untuk mengembangkan Islam di Spanyol. “Namun kami berharap, agar masjid yang nantinya kami bangun itu juga bisa dijadikan sebagai tempat belajar bagi umat Muslim Spanyol. Jadi tidak hanya sekadar menjadi tempat ibadah,” ujarnya.

Malik juga menambahkan bahwa kedatangan mereka ke Indonesia tidak lepas dari kerjasama dengan kedutaan besar Indonesia di Spanyol. Mereka pun berharap agar support Indonesia untuk program pembangunan masjid di Sevilla tersebut dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat Indonesia. (Bagas)