Teliti Penyelundupan Narkotika Di Kawasan Asia Tenggara, Rendi Raih Gelar Doktor UMY

Juli 16, 2019 oleh : BHP UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menghasilkan lulusan doktor pada sidang terbuka promosi doktor yang dilaksanakan pada hari Senin (15/7) di Gedung Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam disertasinya Rendi Prayuda membahas mengenai problematika yang dihadapi oleh ASEAN dalam menangani kejahatan transnasional penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara. “Problematika yang dihadapi oleh ASEAN dalam menangani kejahatan transnasional penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara adalah perbedaan persepsi masing-masing negara anggota ASEAN terkait ancaman narkotika. Kemudian juga perbedaan skala prioritas kepentingan pemimpin negara-negara ASEAN, lemahnya nilai dan dan norma prinsip ASEAN, tidak adanya negara pengontrol di dalam keanggotaan ASEAN serta rendahnya rasa kepemilikan masyarakat Asia Tenggara terhadap ASEAN,” jelas Rendi.

Rendi juga menjelaskan, masih ada kontradiksi antara gagasan dan realita dalam penanganan kejahatan transnasional seperti penyelundupan narkotika di kawasan Asia Tenggara ini. Akibatnya, permasalahan antara idealisme dan realita dalam penanganan kejahatan penyelundupan narkotika ini masih bersifat normatif. “Karena itulah, melalui penelitian ini kami merekomendasikan untuk dibentuknya lembaga “Badan Narkotika ASEAN”. Lembaga inilah yang nantinya secara fokus memiliki tugas pokok dan fugsi sebagai lembaga penegak hukum tingkat ASEAN,” paparnya.

Untuk membentuk lembaga “Badan Narkotika ASEAN” tersebut, menurut Rendi diperlukan kerjasama dan keikusertaan seluruh kepala negara ASEAN untuk menginternalisasikan nilai, norma dan kebijakan nyata guna menanggulangi kejahatan penyelundupan narkotika. Selain itu, Rendi juga memberikan konsep “Institutionalisasi Intergrasi Regional” yang mampu menjadi wadah dan jembatan dalam pelaksanaan negosiasi di tingkat nasional dan regional.

Rendi Prayuda berhasil dinyatakan lulus sebagai doktor ke- 91 dan ke-23 lulusan dari Program Doktor Politik Islam dengan predikat cumloude. Dalam prosesi sidang terbuka promosi doktor ini di hadiri oleh Prof. Dr. Tulus Warsito, M.Si. selaku promotor, Dr. Surwandono, M.Si selaku Copromotor dan tim penguji diantaranya Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A., Faris Al-Fadhat, Ph.D dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP. (sofia)