Teliti CSR Bank Sampah, Dosen Ilmu Komunikasi UMY Raih Gelar Doktor

April 19, 2018 oleh : BHP UMY

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu kesejahteraan masyarakat baik secara nasional maupun global (agenda SDG’s), diperlukan kerjasama dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis (perusahaan) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Hal tersebut menjadi alasan penting penelitian disertasi Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si. dengan mengangkat judul Riset Disertasi “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sinergisitas Peran Gender Pada Program CSR Bank Sampah Mandiri PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant” yang dilaksanakan di Kampus Terpadu Unversitas Sebelas Maret Surakarta.

Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si. yang juga merupakan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam sidang tersebut berhasil meraih gelar doktor dengan Predikat Cumlaude. Gelar tersebut diraih pada pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Doktor Ilmu Penyuluhan Pembangunan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Rabu (18/4). Kemudian tim promotor yakni Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, M.Si, Dra. Sri Kusumo Habsari,M.Hum,Ph.D dengan tim penguji Dra. Prahastiwi Utari, M.Si, Ph.D, Prof. Dr. Ir. Sunnaru Samsi Haryadi, M.Si, Prof. Dr. M.Furqon Hidayatullah, M.Pd, Dr. Sapja Anantanyu, SP,M.Si, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si.

Adhianty menyampaikan bahwa salah satu program pembangunan nasional yang dilakukan oleh perusahaan adalah melalui Program CSR. Program CSR Bank Sampah Mandiri adalah program pemberdayaan masyarakat PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. “Fokus penelitian ini adalah untuk pertama, mengkaji karakteristik masyarakat penerima manfaat program CSR. Kedua, mendeskripsikan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan perusahaan. Ketiga mengkaji pola komunikasi antar perusahaan dan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat pada program CSR Bank Sampah. Empat mengkaji profil peran gender pada masyarakat penerima manfaat program CSR. Kelima merumuskan model pemberdayaan masyarakat melalui sinergisitas peran gender pada Program CSR Bank Sampah Mandiri PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant di masa depan sebagai upaya mewujudkan kesetaaraan gender,” paparnya saat ditemui di Prodi Ilmu Komunikasi UMY, Kamis (19/4).

Adhianty menambahkan, karakteristik masyarakat penerima manfaat program CSR Bank Sampah Mandiri PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant secara fisik kondisi wilayahnya berupa daerah perumahan di wilayah perkotaan. “Pada wilayah tersebut mayoritas bertipe bangunan 36, secara ekonomi mereka merupakan warga menengah ke bawah. Secara sosial dan budaya merupakan masyarakat yang masih menghargai harmonisasi dalam keluarga dan masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan karakteristik masyarakat yang guyub rukun, gotong royong, saling peduli, saling membantu dan memiliki sifat “blaka suta” serta proaktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu karakteristik masyarakat lainnya adalah adanya fluiditas dan sinergisitas peran gender dalam keluarga. Filosofi masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan keluarga menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertukar peran untuk mencapai tujuan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Sampai saat ini program CSR tersebut menurut Adhianty masih berkelanjutan, karena perusahaan menerapkan prinsip menghargai lokalitas (valuing the local). “Hasil penelitian ini juga menemukan adanya dua unsur penting yang tidak dikemukakan oleh Iffe (teori, red) dalam prinsip lokalitas sebagai prinsip utama pemberdayaan. Yaitu menghargai keluarga (valuing family) dan menghargai kebiasaan lokal (valuing local habit) sebagai prinsip pemberdayaan masyarakat sehingga program CSR dapat diterima oleh masyarakat dan dikembangkan oleh masyarakat dengan manfaat yang lebih besar. Hasil pemberdayaan masyarakat melalui sinergisitas peran gender pada program CSR Bank Sampah Mandiri adalah keberdayaan masyarakat baik laki-laki dan perempuan yang ditandai dengan peningkatan aspek kehidupan. Baik pada aspek akses berupa pengetahuan dan ekonomi, kedua aspek peran berupa keikutsertaan atau partisipasi, ketiga, aspek kontrol berupa kemampuan berjejaring dan keempat, aspek manfaat berupa pengetahuan, ekonomi, dan kesehatan lingkungan. Harapan saya adalah pihak perusahaan baik dari pemerintah maupun swasta mampu menjalankan kewajibannya dengan komitmen bisnis melalui program CSR secara berkelanjutan,” tandasnya. (Sumali)