Syafii Maarif: Kisruh KPK-POLRI, Muhammadiyah Tidak Boleh Diam

Januari 26, 2015 oleh : BHP UMY
Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif saat menyampaikan Orasi dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dihadapan ratusan peserta aksi damai Save KPK

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif saat menyampaikan Orasi dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dihadapan ratusan peserta aksi damai Save KPK

Sejak 25 Januari 2015 tepat pukul 19.00 Wib Presiden Joko Widodo telah memanggil pakar hukum dan tokoh masyarakat untuk membentuk tim independen yang akan membantu menyelesaikan kasus kisruh KPK dan POLRI. Presiden dinilai bertindak benar telah memilih orang baik dalam tim independen tersebut karena melalui tim tersebut Presiden diharapkan akan mendengarkan hati nurani rakyat yang mendukung pemberantasan korupsi. Organisasi Muhammadiyah dengan ghirah amar makruf nahi mungkar tidak boleh diam untuk terus mendukung pemberantasan korupsi.

Hal itulah yang disampaikan oleh salah satu anggota tim independen yang baru dibentuk Presiden Jokowi untuk mengatasi kisruh KPK-POLRI, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, saat menyampaikan orasi dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan didampingi oleh sejumlah pimpinan ortonom Muhammadiyah dan juga pimpinan akademika perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM). Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, dosen dan karyawan UMY memadati lokasi Kegiatan aksi damai dukung KPK, yang dilaksanakan di depan Gedung AR. Fachruddin A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/01).

“Pernyataan dari mantan Wakapolri Ogroseno adalah hal yang baik sekali, yang mengatakan bahwa penangkapan Bambang Widjayanto itu tidak sah, saya senang masih ada polisi  yang seperti itu. Ogroseno juga termasuk kedalam tim independen yang dibentuk oleh Presiden, sekali ini presiden benar melilih orang. Saya apresiasi betul, dan mudah-mudahan presiden mau mendengarkan hati nurani rakyat, dan Muhammadiyah dengan amal makruf nahi mungkar tidak boleh diam, harus menjadi yang paling depan dalam dukungannya untuk memberantas korupsi” pekik Buya Syafi’i yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini dalam orasinya.

Selain itu, Rektor Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA dalam kesempatan yang sama mengelorakan semangatnya bahwa akademisi dan seluruh civitas akademika PTM mendukung KPK, agar tetap bekerja secara maksimal dalam memberantas korupsi sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah.

“Kami akademisi dan Civitas Akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah memberikan dukungan moral kepada KPK agar tetap terus bekerja secara maksimal, melakukan pemberantasan korupsi sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah. Bahwa kami prihatin dengan rivalitas lembaga penegak hukum dan akhirnya justru menguntungkan para koruptor,” sahut Prof, Bambang Cipto.

Sedangkan Pimpinan Pusat Aisyiyah Noordjanah Djohantini menaruh harapan yang begitu tinggi dengan situasi panas karena disinyalir telah terjadi upaya melemahkan KPK, baik secara individu maupun secara kelembagaan dengan cara yang sistematis. Dirinya juga menjelaskan bahwa sebagai perempuan Muhammadiyah, ia menyatakan sikapnya untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK agar fokus terhadap pemberantasan korupsi.

“Lebih dari 15 juta warga Asyiyah seluruh Indonesia menaruh harapan yang begitu tinggi dengan situasi akhir-akhir ini. Sejak hari Jum’at sampai hari ini kita telah dipertontokan dimana upaya penegakan hukum, upaya pemberantasan korupsi telah diganggu oleh banyak pihak, baik secara individu maupun secara kelembagaan dengan cara yang sistematis. Untuk itu sebagai perempuan Muhammadiyah menyatakan sikap terhadap seluruh kriminalisasi yang dilakukan oleh siapapun dalam bentuk apapun, khususnya kepada KPK dengan sunguh-sunguh memberantas korupsi. Untuk itu para perempuan Muhammadiyah bisa bergabung dengan seluruh rakyat Indonesia untuk menyatakan Save KPK, hidup KPK!!!” pekiknya.

Dalam aksi damai dukung KPK tersebut, selain tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Dr. Chairil Anwar, Prof. Abdul Munir Mulkan, Dr. Said Tuhuleley, Afnan Hadikusumo, mantan rektor UMY Ir. Dasron Hamid, M,Sc. dan Pimpinan Pusat Aisyiyah Noordjanah Djohantini, kegiatan ini juga dihadiri 14 Pimpinan PTM diantaranya Rektor UMY, Rektor UMS, Rektor UAD, Ketua STIKES Aisyiyah, Rektor UMMagelang, Asosiasi Pascasarjana PTM, Asosiasi Fakultas Hukum PTM, Asosiasi Ilmu Pemerintahan PTM, Asosiasi Ilmu Ekonomi PTM, Asosiasi Ilmu Kedokteran PTM, Asosiasi Ilmu Keperawatan PTM, Asosiasi Ilmu Agama Islam PTM, Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PTM dan Ortonom Muhammadiyah. (Shidqi)