Sumpah Dokter Gigi UMY, Dokter Gigi harus Miliki Etika yang Baik

September 26, 2011 oleh : BHP UMY

Seorang dokter gigi harus memiliki etika yang baik. Terlebih saat ini masyarakat sudah semakin cerdas. Bisa memberikan penilaian terhadap dokter-dokter yang memeriksanya. Sehingga seorang dokter gigi tidak hanya harus pintar dalam keilmuannya tetapi juga dengan etika maupun akhlaknya.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Yogyakarta, Prof. DR. dr. H. Soedibyo, SU, Sp. Perio (K) dalam sambutannya pada ‘Pelantikan dan Sumpah Dokter Gigi Angkatan IV Tahun 2011’ Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK-UMY) di Sportorium UMY Sabtu (24/9).

Menurutnya para dokter gigi harus mempelajari dan memperhatikan etika dengan baik. “Selain itu para dokter gigi baru harus terus mengembangkan kompetensinya. Tidak hanya berhenti sampai di sini. Semua dokter gigi memiliki kewajiban untuk selalu mengasah dan meningkatkan ilmunya. Salah satunya melalui Continuiting Dentistry Education (CDE). Dengan program CDE seorang dokter gigi akan mampu memberikan pelayanan kedokteran gigi yang lebih baik,”jelasnya.

Sementara itu Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid, M.Sc menuturkan bahwa profesi dokter gigi saat ini masih banyak dibutuhkan. Sehingga para dokter gigi baru tidak perlu mengkhawatirkan akan kesulitan memperoleh pekerjaan.

Dalam sumpah dokter gigi angkatan IV ini ada sebanyak 26 dokter gigi baru yang dilantik oleh Dekan FKIK UMY, dr. H. Erwin Santosa, Sp.A, M.Kes. ke-26 dokter baru tersebut juga telah mengikuti ujian kompetensi dan dinyatakan lulus 100 persen.

Selain itu dalam sumpah dokter gigi kali ini tercatat drg. Rikhlatul Iffal, MMR sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,66. Terbaik kedua diraih oleh drg. Dian Yosi Arinawati dengan IPK 3,58 dan terbaik ketiga diberikan kepada drg. Gina Arfianti Putri dengan IPK 3,46.

Sharing is caring!