Sudiyono: Berhenti Itu Banyak Arti

Juli 10, 2013 oleh : BHP UMY

Drs. Sudiyono, SU bersama para dosen Fisipol UMY

Ketika ada surat yang datang pada seseorang, surat itu berisi tentang kenaikan jabatan bagi dirinya, maka yang mendapat surat sangat bahagia. Lain halnya jika surat yang datang itu tentang pemberhentian dirinya dalam pekerjaan, maka seseorang akan bersedih. Tapi yang perlu kita ketahui adalah berhenti itu mempunyai banyak arti, bisa jadi karena jasa yang baik atau karena pekerjaan yang buruk, korupsi, berbuat curang misalnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Sudiyono, SU dalam acara tasyakuran pembebasan masa tugas di UMY, Sabtu (6/7). Acara tersebut juga dihadiri oleh rektor UMY Prof. Bambang Cipto, M.A, dekan Fisipol UMY Dr. Ali Muhammad, M.A, Kepala Jurusan HI UMY Ade Marup Wirasenjaya, S.IP, M.A, Guru Besar HI UMY Prof. Tulus Warsito dan dosen beserta mahasiswa UMY lainnya.

Sudiyono mengatakan bahwa, pembebasan tugasnya yang sudah berlangsung sekitar 34 tahun di jurusan Hubungan Internasional UMY ini. Merupakan suatu hal yang tidak disangka, perjuangan untuk memberikan ilmu yang dimiliki tidak terasa sudah berlangsung dari awal UMY berdiri. “perasaan saya senang dan bercampur dengan haru, baru rasanya kemarin saya mengajar di UMY yang sekarang AMC dan mahasiswa saya dulu pun sekarang menjadi kepala jurusan HI” ungkapnya.

Sedangkan prof. Bambang Cipto menyampaikan rasa hormat dan terimakasihnya pada Drs. Sudiyono. Seorang guru dan panutan yang telah meluluskan banyak pemimpin dan penggerak perubahan nantinya. Selain itu HI yang menjadi peringkat terbaik di UMY dan pilihan setelah kedokteran, tentulah karena usaha dosen, karyawan dan mahasiswanya. “Menjadi peringkat terbaik itu juga merupakan usaha yang beliau lakukan, lebih kurang 34 tahun pengabdian beliau dapat kita lihat sekarang hasilnya,” jelas rektor UMY tersebut.

Lain halnya dengan Kepala Jurusan HI UMY Ade Marup Wirasenjaya, S.IP, M.A, yang mengungkapkan bahwa ilmu yang disampaikan oleh Drs. Sudiyono tentang filsafat, dasar logika dan pancasila tersebut, tetap dikenang hingga sekarang, bahkan menjadi bahan untuk mengajar mahasiswanya. “Saya dulu yang diajari oleh Pak. Sudiyono tentang dasar logika dan pancasila, menjadi bahan juga bagi saya untuk sekarang menjadi dosen”, ungkapnya.

Acara yang berlangsung dengan penyampaian kesan dan pesan dosen beserta mahasiswa HI UMY tersebut. Diikuti juga oleh pembacaan pantun oleh Dekan Fisipol UMY dan pembawaan lagu oleh Drs. Sudiyono beserta istrinya. (syah)