Spiritualitas Beri Pengaruh pada Kinerja Guru

Mei 19, 2017 oleh : BHP UMY

Dalam rangka mewujudkan sekolah maju, para guru dituntut untuk memiliki kinerja yang berkualitas. Kinerja guru yang baik akan menjadikan lembaga pendidikan semakin produktif. Pada pemaparan Imron., MA saat memaparkan hasil desertasinya yang berjudul “Peran Spiritualitas Terhadap Kinerja Guru Dilihat dari Komitmen Organisasi, Modal Psikologis, dan Perilaku Kewargaorganisasian,” mengatakan bahwa spiritualitas memiliki dampak besar dalam rangka meningkatkan outcomes organisasi. Spiritualitas yang baik akan melahirkan komitmen organisasi, modal psikologis, dan perilaku kewargaorganisasian guru. Eksistensi ketiga komponen ini pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas kinerja guru.

“Spiritualitas dalam diri seorang guru dianggap sebagai sarana meningkatkan integritas, motivasi dan kepuasan kerja. Dengan adanya spiritualitas ini juga dianggap memberikan konstribusi yang cukup untuk keberhasilan mereka dalam bekerja. Seseorang yang dibimbing dengan spiritualitas akan menghasilkan kebiasaan moral yang baik dan sifat yang baik. Hal ini akan lebih mengantarkan yang bersangkutan untuk menjadi jujur, loyal, dapat dipercaya dan mempunyai integritas. Spiritualitas seperti ini juga mengembangkan karakter yang baik pada diri seseorang,” jelas Imron, Kamis (18/5) di Ruang Amphitheater Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Lantai 4.

Di hadapan para promotor diantaranya Prof.Dr.Yunahar Ilyas,Lc.,M.Ag, dan Dr.Khoiruddin Bashori,M.Si, serta dewan penguji Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono,MBA, Dr.Achmad Nurmandi,M.Sc., Dr. Nawari Ismail, M.Ag., dan Dr. Muhammad Samsudin,M.Pd, Imron kembali menjelaskan, dengan adanya spiritualitas pada diri setiap guru, akan mengarahkan tujuan baik dalam melakukan pekerjaan. “Dari hasil yang ditemukan pada kinerja guru SMP Muhammadiyah se Kabupaten Magelang, spiritualitas guru sangat baik. Ini menunjukkan, guru memiliki sikap hidup bahwa ibadah merupakan tujuan dari pekerjaan yang dilakukan dan bukan hanya karena mencari materi belaka,” papar Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang tersebut.

Imron mengatakan lebih lanjut, perilaku kewarganegaraan dapat ditingkatkan ketika guru memiliki komitmen organisasi dan modal psikologis yang didapatkan pada saat guru memiliki spiritualitas yang baik. Semakin tinggi spiritualitas seseorang akan berpengaruh terhadap modal psikologis, komitmen organisasi dan perilaku kewargaorganisasian, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja guru. “Spiritualitas sebenarnya merupakan pangkal dari kualitas kepribadian seorang guru,” ujar Imron yang berhasil menyelesaikan program doktor nya dengan IPK 3.88 tersebut.

Pada Sidang Promosi Doktor ke-38 yang dimiliki oleh UMY dari Program Studi Ilmu Psikologi Pendidikan Islam tersebut, Imron menyarankan kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk menanamkan spiritualitas dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran Islam. Berbagai kebijakan yang dilakukan terkait dengan pengembangan sekolah semestinya tidak mengabaikan nilai-nilai spiritualitas. “Kepala sekolah dan guru perlu menciptakan budaya organisasi yang mendukung terhadap peningkatan spiritualitas, komitmen organisasi, modal psikologis dan perilaku kewargaorganisasian, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja guru secara efektif,” ujarnya. (hv)

Sharing is caring!