Sepuluh Mahasiswa HI UMY Menjadi Penerjemah 40 Duta Besar

Januari 28, 2011 oleh : BHP UMY

Sepuluh mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI-UMY) terpilih menjadi penerjemah (translator) bagi sekitar 40 Duta Besar yang mengunjungi pemerintah daerah (Pemda) Bantul pada Jum’at (28/1). Kunjungan tersebut dilakukan oleh Pemda Bantul untuk mempromosikan Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada umumnya sudah aman dikunjungi pasca gempa dan erupsi Merapi.

Demikian disampaikan Dosen HI-UMY, Sugeng Riyanto, S.IP., M.Si., ketika menjelaskan terpilihnya Mahasiswa HI sebagai penerjemah bagi sekitar 40 Duta Besar tersebut di Kampus Terpadu UMY, Jumat (28/1).

Menurutnya kesepuluh mahasiswa tersebut diminta Pemda Bantul untuk membantu kelancaran komunikasi antara pemda Bantul dan para duta besar. “Jika ada kesulitan komunikasi para mahasiswa tersebut akan membantu Pemda Bantul. Sehingga akan melancarkan komunikasi yang terjadi,”jelasnya.

Selain menjadi penerjemah, dalam penuturan Sugeng, kesepuluh mahasiswa juga akan menjadi pemandu. “Selain membantu komunikasi antar pemerintah dan para duta besar, para mahasiswa juga akan membantu menjelaskan mengenai berbagai karya maupun kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat Bantul mulai dari bahannya, proses produksinya dan lainnya. Sehingga sebelum ini mereka telah mengikuti pelatihan singkat selama satu hari.”ujarnya.

Terkait dengan sepuluh mahasiswa tersebut, mereka yang terpilih adalah mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris, Jepang dan juga Perancis. “Sehingga tidak hanya mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris semata. Harapannya akan semakin membantu proses komunikasi yang terjadi,”tuturnya.

Sugeng berharap melalui kunjungan dan konstribusi dari sepuluh mahasiswa HI UMY tersebut, komunikasi yang terjadi dapat berjalan dengan lancar. “Selain itu upaya dari Pemda Bantul untuk mempromosikan kepada masyarakat luas bahwa DIY aman untuk dikunjungi bisa berhasil sehingga mampu memberikan manfaat baik untuk wisata maupun potensial untuk transaksi ekonomi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,”tegasnya.

Sementara itu menurut koordinator translator UMY, Made Fitri Maya Padmi menjelaskan Duta Besar tersebut berasal dari berbagai negara. “Mulai dari Singapura, Kuwait, Mesir, NewZeland, Swiss, Jerman, Yunani, Belgia, Austria, Ukraina, Kanada dan negara lainnya.”tuturnya.

Maya menambahkan setiap penerjemah mendampingi sekitar delapan Duta Besar. “Kami akan mendampingi untuk menerjemahkan sekaligus menjelaskan berbagai kaya seni yang ada di Bantul. Salah satunya yang ada di Pasar Seni Gabusan. Kami ikut mempromosikan wisata dan kerajinan di Bantul,”tambahnya.