Sadarkan Kesehatan Reproduksi Melalui Video, Alumni dan Mahasiswi UMY Juarai Kompetisi di UNISA

Desember 21, 2016 oleh : BHP UMY

Alumni dan Mahasiswi dari program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih juara pada kompetisi video pendek yang bertemakan “Pentingnya Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan.” Keduanya yaitu Nashwan Ihsan Fazil peraih juara II, serta Nabila Linati Fajri angkatan 2014 meraih juara III, sementara juara I diraih oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kompetisi yang diikuti oleh Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Universitas Aisyiyah (UNISA) pada Sabtu (17/12) sebagai bentuk sosialisasi kesehatan reproduksi di kalangan anak muda pada khususnya.

“Pada perlombaan tersebut ada sub temanya, dan kebetulan saya ambil yang kesehatan reproduksi dari pencegahan pernikahan dini. Dan Alhamdulillah video yang saya buat memenuhi kualifikasi para dewan juri. Ini bisa menjadi batu loncatan atau bisa dikatakan sebagai permulaan untuk terus berprestasi,” ungkap Nashwan saat dihubungi oleh Biro Humas dan Protokol (BHP) UMY, Rabu (21/12).

Kompetisi yang juga atas kerjasama Pimpinan Pusat Aisyiyah tersebut dikemas dalam bentuk audio visual, hal tersebut menurut Nashwan agar dapat dipahami oleh masyarakat luas akan pentingnya kesadaran dalam pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi. “Pada kompetisi dalam bentuk video pendek tersebut bertujuan untuk mengkampanyekan kesehatan reproduksi perempuan dengan maksimal durasi hingga 3 menit,” ujar Nashwan.

Dengan periode pendaftaran dan pengumpulan video yang cukup lama yakni 8 Agustus hingga dibuka kembali untuk periode kedua pengumpulan hasil karya hingga 10 Desember 2016, seperti yang dikutip melalui website UNISA, para peserta diharuskan untuk membuat video sesuai dengan topik yang telah ditetapkan yaitu ajakan bagi para perempuan dan laki-laki agar lebih mengetahui terkait resiko kanker payudara dan kanker serviks. Selain itu terkait kepedulian akan pentingnya pemberian ASI, serta pencegahan pernikahan dini.

Penilaian dari dewan juri selain harus memenuhi persyaratan serta sesuai dengan topik yang diberikan, Naswan mengaku video yang dibuatnya kaya dengan informasi tentang kesehatan reproduksi. “Meskipun penilaian itu dari keputusan dan indikator dari para dewan juri itu sendiri, namun saya merasa kemenangan ini sesuai dengan indikator penilaian dan brief yang sudah diinformasikan. Yang pastinya video saya mempunyai kekuatan dari segi informasi yang saya rangkum dari beberapa sumber, dan kemudian saya kemas sesimple mungkin dan di bungkus animasi,” paparnya.

Dengan keikutsertaan mengikuti kompetisi tersebut, Nashwan berharap bisa memberikan konstribusi penuh dalam mengkampanyekan kesehatan reproduksi. “Semoga karya saya tidak berhenti di panitia penyelenggara, tetapi saya berharap pihak panitia dapat membantu mendistribusikan dan memviralkan. Sehingga tidak ada yang sia-sia dalam membantu menumbuhkan kesadaran kesehatan reproduksi bagi masyarakat,” harap Nashwan. (hv)

Sharing is caring!