Riset ciptakan perbankan syariah yang sehat dan kokoh

Desember 4, 2010 oleh : BHP UMY

Ibarat industri yang baru tumbuh, Perbankan syariah harus ditopang dengan fungsi riset. Melalui riset, perbankan tersebut mampu tumbuh dengan cepat, sehat, kokoh, dan dapat diaplikasikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Peneliti Senior Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Nasirwan Ilyas, pada Konferensi Press pelaksanaan Forum Riset Perbankan Syariah di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Jum’at (3/12).

Forum Riset Perbankan Syariah dengan tema ‘Menuju Syariah yang Sehat, Kuat dan Konsisten terhadap Prinsip Syariah’ akan dilaksanakan pada Kamis (9/12) mendatang. Forum riset ini diselenggarakan atas kerja sama International Program for Islamic Economics and Finance (IPIEF-UMY) dengan Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia (DPbS-BI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).

Menurut Nasirwan, perbankan syariah diibaratkan industri yang baru tumbuh agar perbankan syariah bisa tumbuh dengan cepat, sehat dan kokoh. Untuk itu harus ditopang adanya fungsi-fungsi riset. “Sehingga pada pelaksanaan fungsi-fungsi riset tersebut diperlukan kreatifitas-kreatifitas untuk mendorong perbankan syariah agar lebih canggih, efisien dan murah digunakan. dimana riset-riset tersebut bisa diterapkan dengan baik”urainya.

Hal itu dilakukan agar perbankan syariah dapat menawarkan produk-produk yang lebih kompetitif, unggul dan sapat digunakan seluruh lapisan masyarakat luas. “Oleh karena itulah kemudian diselenggarakan forum riset perbankan syariah yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, bahkan praktisi amupun peneliti,”ujarnya.

Selain itu dijelaskan Nasirwa, forum riset ini juga dimaksudkan agar semangat para dekan fakultas ekonomi, dosen serta mahasiswa melakukan riset lebih luas lagi. “Melalui forum riset ini diharapkan dapat mendorong maupun memotivasi budaya riset dosen maupun mahasiswa.”jelasnya.

Dalam penuturannya, dibandingkan pelaksanaan forum riset tahun lalu dimana ada sekitar 85 paper pelaksanaan forum riset tahun kedua ini dibilang menurun karena ada sekitar 56 paper. “Namun proses kualifikasi paper tahun kedua ini lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan paper jauh lebih berkualitas dibandingkan sebelumnya.”tambahnya.

Sementara itu Kepala Peneliti Direktorat Perbankan Syariah bank Indonesia, Dhani Gunawan menambahkan mengenai kendala mengapa perbankan syariah belum berkembang pesat, hal itu ada beberapa kendala. Mulai dari pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah yang belum meluas hingga permasalahan SDM.

“Masalah Sumber Daya manusia (SDM) muncul terkait perbankan syariah yang masih langka atau belum banyak. Serta kendala capital atau modal. Dimana hal ini akan mempengaruhi bagaimana perkembangan perbankan syariah itu sendiri. Modal sedikit otomatis perankan syariah tersebut tidak bisa mengembangkan SDM, teknologi informasi yang juga kurang sehingga bank cenderung sulit untuk berkembang.”tegasnya.