Revolusi Moral Pilar Utama Wujudkan Negara Yang Berkebhinekaan

April 21, 2018 oleh : BHP UMY

Dalam rangka memeriahkan milad Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) yang ke 37, BEM FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan acara Tabligh Akbar pada Rabu (18/4) bertempat di masjid Kampus K. H. Ahmad Dahlan UMY. Moch Decky Apriadi selaku Ketua BEM FISIPOL mengatakan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian milad BEM FISIPOL UMY.

Acara Tabligh Akbar ini menyongsong tema “Revolusi Moral Sebagai Pilar Utama Dalam Mewujudkan Negara Yang Berkebhinekaan”. Disebutkan oleh Decky, tema yang diangkat dalam tablig akbar ini disesuaikan dengan tema milad BEM FISIPOL UMY. Acara ini juga digelar secara terbuka yang ditujukan bagi para pemuda serta pemudi dari berbagai universitas di Yogyakarta.

Pendakwah muda Handy Bonny yang berasal dari Bandung, hadir menjadi pembicara utama. Menurut Decky, semangat dakwah Ustad Handy Bonny yang hangat, segar serta menyentuh, menjadi gaya khasnya dalam berdakwah. Sehingga dikenal cocok untuk berdakwah di kalangan anak muda, untuk meningkatkan iman dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada mereka.

Sementara itu, Handy Bonny kerap menyinggung isu berpacaran dalam setiap dakwahnya. Beliau mengatakan bahwa pacaran itu merupakan salah satu bentuk degradasi moral. Banyak terjadi kekerasan terhadap wanita yang menyebabkan hancurnya moral bangsa ini, hingga bunuh diri, hamil di luar nikah, rusak hidup masa depanya serta hilang cita-citanya. “Maka dari itu, ada satu peribahasa yang mengatakan untuk menghancurkan suatu negara hancurkan wanitanya. Sebaliknya, muliakan wanita maka negara akan mulia,” ujarnya.

Untuk menanggapi tema revolusi mental yang diangkat, Ustad Bonny menuturkan bahwa di dalam Islam, moral sama dengan akhlak yang sesuai dengan pencipta yaitu Allah SWT. Akhklah yang baik merupakan apa yang Allah suka. “Baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah, namun baik menurut Allah pasti baik untuk manusia. Oleh karena itu revolusi moral yang sejati adalah dengan cara berhijrah lebih dekat kepada Allah. Ini untuk kebaikan diri maupun orang lain, karena orang beriman pasti tidak akan merugikan orang lain dan akan menerima perbedaan serta toleransi,” tuturnya.

Pada akhir dakwahnya, ustad Handy Bonny berharap agar para pemuda-pemudi Islam di bangsa ini bisa berhijrah lebih baik dan lebih dekat lagi dengan Allah SWT. Khususnya bagi pemuda-pemudi yang juga hadir dalam tabligh akbar tersebut. “Saya berharap, setelah acara ini ada peningkatan pada diri pemuda-pemudi muslim dan berprogres dalam melakukan hijrah kepada Allah SWT. Berikan yang terbaik untuk yang Maha Hidup dengan lebih mendekat lagi kepada Allah SWT,” pungkasnya. (PRAS)