PuSPEIFi UMY Adakan Pelatihan Sistem Akuntansi Masjid

Oktober 3, 2017 oleh : BHP UMY

Untuk memperkuat peran Ta’mir Masjid khususnya dalam mengelola laporan keuangan masjid, Pusat Studi Pengembangan Ekonomi Islam dan Filantropi (PuSPEIFi) UMY menggelar pelatihan Sistem Akuntansi Masjid. Pelatihan pertama telah dilakukan pada Ahad, 30 Juli yang lalu di ruang sidang Pascasarjana Kampus Terpadu UMY. Pelatihan pertama yang diikuti oleh 39 peserta tersebut juga bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DIY. Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) untuk training tahap pertama tersebut juga telah dilakukan pada 16 September lalu.

Sedang pelatihan kedua yang dilakukan dengan kerjasama Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul, baru saja terlaksana pada Ahad (1/10). Pelatihan yang diselenggarakan di ruang sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY ini, dikhususkan bagi Pengurus atau Ta’mir Masjid yang dikelola Muhammadiyah di daerah Bantul. Pelatihan kedua ini dihadiri oleh 23 peserta yang mewakili 14 masjid.

Menurut Dr. Muhammad Akhyar Adnan, selaku kepala PuSPEIFi UMY menjelaskan bahwa keberadaan PuSPEIFi tersebut bermula dari penelitian yang dilakukannya pada tahun 2012. Penelitian yang dilakukan Akhyar tersebut juga berdasarkan tiga fenomena yang telah diamatinya, yakni belum meratanya Ta’mir Masjid dalam menyampaikan informasi keuangan, cukup besarnya dana Masjid yang “menganggur”, dan tidak diketahuinya berapa jumlah sesungguhnya agregat dana masjid yang ada dalam wilayah tertentu, baik kota, kabupaten atau bahkan nasional. “Bila ada informasi yang valid tentang dana ini, tidak mustahil dapat dibangun potensi ekonomi masjid atau ummat untuk syiar Islam yang lebih baik lagi,” ujarnya, melalui rilis yang diterima Biro Humas UMY pada Selasa (3/10).

Penelitian atas issue itulah yang kemudian menginspirasi Akhyar untuk mencoba membangun software yang dinamakan dengan SISTAMAS, atau Sistem Akuntansi Masjid. Sistem tersebut menurut Akhyar juga telah mengalami beberapa kali uji coba, dan masih akan terus disempurnakan. “PuSPEIFi sendiri adalah sebuah lembaga ‘baru’ yang dulu bernama Pusat Pengembangan Ekonomi Islam (PPEI) di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, namun saat ini berada dalam koordinasi LP3M UMY. Kemudian untuk software SISTAMAS sendiri, kami bertekad untuk terus mengembangkan sistem aplikasi ini, sehingga semakin baik dan bisa dipakai secara lebih luas, dan bila mungkin secara nasional juga, insyaAllah,” ungkapnya.

Pada kesempatan berbeda, pengurus PDM Bantul yang diwakili oleh Drs. Sahari, menyambut baik adanya kerjasama antara PuSPEIFi UMY dengan PDM Bantul. Ia berharap dengan pelatihan yang telah terlaksana dapat memperkuat Ta’mir Masjid yang dikelola Muhammadiyahh dengan ciri yang lebih modern dan berkemajuan. “Yakni dengan adanya laporan keuangan yang sesuai dengan standar pelaporan akuntansi dan berbasis teknologi terkini. Kami juga berharap agar peserta yang ikut dalam pelatihan bisa menyebarkan ilmu dan teknologi yang mereka dapatkan kepada Ta’mir Masjid Muhammadiyah yang belum sempat ikut dalam pelatihan tersebut. Sebab terdapat ratusan masjid Muhammadiyah di seluruh kabupaten Bantul yang juga memerlukan pelatihan seperti ini,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Untoro, salah seorang peserta pelatihan. Menurutnya, pelatihan Sistem Akuntansi Masjid tersebut sangat bermanfaat bagi kemajuan umat. Apalagi menurutnya, selama ini aset masjid tidak pernah dikelola secara profesional. “Karena itu, kami berharap pelatihan SISTAMAS ini bisa terus diselenggarakan. Dan sebaiknya ada pendampingan oleh mahasiswa yang sudah lebih memahami akuntansi, sehingga memudahkan kami dalam melakukan aplikasi di lapangan,” imbuhnya.