Pusat Studi dan Pengembangan Desa SMS UMY, Disambut Baik Warga Galur

Desember 31, 2013 oleh : BHP UMY

sriyadi menerima masukan dari wargaMenjalankan salah satu dari tugas tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat maka kali ini Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memfasilitasi masyarakat Galur Kulonprogo untuk mendirikan Sehat Mandiri dan Sejahtera (SMS) sebagai pusat studi masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam silaturrahim UMY dengan masyarakat Galur, Sabtu (28/12). Sriyadi mengatakan, pihak UMY siap membantu masyarakat Galur dalam bidang pertanian, peternakan ataupun pengambangan ekonomi masyarakat lainnya. “Kami akan memfasilitasi segala hal yang kami mampu untuk pengembangan pertanian, peternakan ataupun lainnya. Bahkan Sriyadi menekanankan bahwa Prof Bambang Cipto selaku Rektor UMY pun sudah mengatakan kesiapan untuk memberikan manfaat dan kontribusi untuk program ini,” ungkap dosen Fakultas Pertanian UMY ini.

Untuk tahap awal, UMY akan merenovasi pendopo dusun Kranggan yang sudah lama. Dalam rancangan pembangunan (site plan) yang dibuat tim UMY, pendopo tersebut akan dilengkapi dengan kantor, tempat ibadah, prasasti, gapura, tempat pengelolaan kotoran hewan ternak dan lainnya. “Kita renovasi pendopo ini dan kita beri nama SMS, dengan harapan nantinya masyarakat Kranggan Galur ini sehat, mandiri dan sejahtera dunia akhirat,” kata Sriyadi.

Di lokasi yang sama, Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kulonprogo, Maman Sugi, mengatakan harapannya dengan adanya pusat studi yang dibimbing oleh UMY hendaknya dapat meningkatkan ekonomi kabupaten Kulonprogo. Ditambah lagi dengan rencana Pemprov untuk mendirikan bandara di Kulonprogo pada tahun mendatang. “Kulonprogo harus siap untuk mengahadapi kebutuhan terutama pangan. Karena dengan adanya bandara disini nanti, pasti permintaan pangan dan kebutuhan lainnya akan meningkat,” jelas Maman.

Maman juga meminta pada pihak UMY untuk memberikan rumus dalam peningkatan cocok tanam terutama tanaman padi. Karena Kulonprogo dari tahun ketahun selalu surplus beras sekitar 40.000 ton beras. Ditambah lagi, tidak adanya beras merek lokal DIY yang dapat diunggulkan. “Di DIY kita tidak punya produk lokal yang dapat diunggulkan. Di Kulonprogo sendiri setiap tahun selalu surplus beras sekitar empat puluh ribu ton. Kami harap juga bantuannya dari UMY nanti untuk permasalahan ini,” ungkapnya.

Untuk tahun 2014, Kulonprogo akan mengeluarkan beras produk lokal. Beras yang akan diberi nama “Menor” tersebut akan mulai proses panennya hari senin akhir bulan Desember akhir tahun ini. “Karena tidak adanya beras unggulan dari DIY, Kulonprogo mencoba mencetus produk lokal. Semoga dengan adanya produk lokal dapat memberikan semangat pada bidang yang lainnya juga,” ungkap Maman. (syah)