Puisi sebagai Media Kritik Sosial

Puisi harus dibawa ke ruang yang lebih luas dan diapresiasi lebih tinggi. Karena puisi bukan hanya sekedar permainan diksi, semiotika dan metafora, namun sudah menjadi media kritik sosial yang efektif.

Demikian disampaikan penyair Evi Idawati di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam acara bedah buku “Kusimpan Kau dalam Puisi”, sebuah antologi puisi karya mahasiswa UMY, yang diselenggarakan pada Jumat (29/7).

“Segala sesuatu memiliki misteri dan puisi adalah misteri itu. Puisi dapat mengidentifikasi problem bangsa, membawanya ke ruang yang nyata dan memberi pencerahan bagi kita semua” ungkap dalam orasinya yang berjudul “Apa pentingnya Menulis Puisi?”

Sementara itu, Ahmad Sahide, editor buku “Kusimpan Kau dalam Puisi” menyatakan keprihatinannya terhadap rendahnya budaya menulis dikalangan kaum muda. “Sekarang memang banyak sekali ‘penulis’, tapi mereka hanya menulis status di jejaring sosial. “Menulis buku, walaupun hanya berupa kumpulan puisi seperti ini lebih mulia rasanya daripada hanya menulis status di-Facebook” ungkap Ahmad’

Pendiri dan Direktur Kelompok Belajar Menulis (KBM) ini menilai bahwa buku ini merupakan bentuk ekpresi kegelisahan,pencarian dan kritik sosial generasi muda dalam bentuk karya sastra. Buku ini, lanjut Ahmad, juga merupakan persembahan untuk salah seorang sahabat yang meninggal ketika buku ini dalam proses penerbitan.

Dalam kesempatan yang sama, Adde Ma’ruf Wirasenjaya, dosen Fisipol UMY yang juga pemerhati sastra, menilai buku kumpulan puisi ini sebagian besar didominasi oleh tema-tema solidaritas dan kesepian. “Mungkin karena penulisnya sebagian besar adalah aktivis kamar” ungkapnya. Namun Ade juga mengkritisi ada beberapa puisi di buku ini yang picisan dan terlalu nge-pop.

Buku “Kusimpan Kau dalam Puisi” merupakan kumpulan puisi karya 10 orang mahasiswa UMY. Buku terbitan The Phinisi Pers ini memuat 96 judul puisi. Puisi-puisi tersebut mengekspresikan kegelisan, pencarian maupun kritik sosial para mahasiswa tersebut yang diungkapkan dalam bentuk puisi.

© 2013 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY | About the site