Program Studi Agribisnis UMY Raih Akreditasi A

Januari 7, 2017 oleh : BHP UMY

Prodi Agribisnis UMY berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini diketahui dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) BAN-PT dengan nomor 3031/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2016 pada akhir Desember 2016 lalu.

Kepala Prodi Agribisnis, Ir. Eni Istiyanti, M.P ketika diwawancara oleh tim BHP UMY pada Sabtu (6/1) menyatakan bahwa raihan akreditasi A tersebut diraih setelah tiga tahun mendapat akreditasi B. “Akreditasi sebelumnya tahun 2013 kami mengajukan mendapat akreditasi B. Dalam rangka mempertahankan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan predikat A, maka pihak Universitas mendorong prodi yang berpotensi dinaikkan akreditasinya. Meskipun belum habis masa berlakunya yaitu 5 tahun. Prodi Agribisnis menjadi salah satunya, baru 2- 3 tahun setelah akreditasi terakhir, kami mengajukan lagi tahun 2016. Visitasi dilakukan pada bulan September dan Alhamdulillah dapat meraih akreditasi A,”paparnya.

Eni mengakui proses akreditasi menuju A menuntut prodi Agribisnis menggelar kegiatan-kegiatan internasional. “Kegiatan-kegiatan berskala internasional dulu belum ada. Untuk itu, waktu proses pengajuan kami adakan kegiatan-kegiatan Internasional, baik dosen maupun mahasiswa seperti konferensi misalnya. Kegiatan berskala Internasional mempengaruhi skor menuju akreditasi A karena dengan seperti itu Prodi mempunyai daya saing internasional,” tambahnya.

Dengan capaian akreditasi A ini, Eni mengungkapkan beberapa poin yang masih perlu dibenahi oleh Prodi Agribisnis. “Pertama yaitu kualitas dosen. Di sini masih banyak dosen yang belum mempunyai Jabatan Fungsional. Agar memperoleh jabatan fungsional tersebut, maka dosen harus melakukan penelitian. Maka kita akan dorong dosen mengadakan penelitian. Penelitian sebanyak mungkin dan bisa dipublikasikan di jurnal. Yang kedua, yaitu kita akan mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan masa studi tepat waktu. Memang hal ini yang memegang kendali mahasiswa, namun juga dipengaruhi oleh dosen juga. Maka butuh kerjasama keduanya untuk mendorong hal ini agar mahasiswa selesai tepat waktu bahkan lebih cepat. Hal ini berdampak pada rasio jumlah mahasiswa yang masuk dan keluar. Untuk menjaga rasio ini, jangan sampai mahasiswa yang masuk lebih banyak dari yang keluar,” jelasnya.

Eni berharap dengan raihan akreditasi A ini, segenap civitas akademika Agribisnis dituntut memantaskan diri dan bekerja lebih keras lagi. “Harapannya ini bukan akhir perjuangan, namun awal perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kegiatan-kegiatan yang mendukung akreditasi A. Civitas akademika Agribisnis harus memantaskan diri, sebagaimana Catur Dharma Perguruan Tinggi. Dengan akreditasi A, kita harus lebih berkerja keras lagi dan memantaskan diri dengan kinerja kita,”harapnya (bagas)

Share thisShare on Facebook106Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0