Prodi Farmasi UMY Bekali Mahasiswa Kemampuan Managerial Melalui Blok Industri

Oktober 18, 2013 oleh : BHP UMY

Perkuliahan akan lebih elektif jika teori di kelas formal bisa didukung penjelasan situasi nyata oleh para praktisi di dunia kerja. Inilah yang menginspirasi Progran Studi Farmasi UMY untuk menggelar blok elektif industri bagi mahasiswa. Dalam blok tersebut mahasiswa diberikan perkuliahan langsung oleh jajaran manager perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

“Blok industri ini tujuannya untuk me-link-an apa yang dipelajari di kampus dengan situasi nyata di dunia industri. Dengan mengundang level manajer hingga direktur, maka mahasiswa bisa belajar tentang good manufacturing practice,” terang Arko Jadmiko Wicaksono,M.Sc.Apt selaku penanggung jawab blok elektif industri Prodi Farmasi UMY.

Dalam blok tersebut para mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan tentang permasalahan yang ada pada sebuah perusahaan. Para mahasiswa diberikan tugas untuk mencari penyelesaian permasalahan tersebut. “Dalam blok ini juga ada diskusi kelompok untuk menganalisa dan menghandle permasalahan di sebuah perusahaan. Misalnya saja kenapa sebuah produk bisa ditarik dari pasaran,” kata Arko.

Arko menuturkan blok yang pertama kali diadakan pada tanggal 9 September sampai 12 Oktober 2013 itu telah diisi oleh beberapa perusahaan farmasi seperti Manajer Quality Asurance Caplang, External Manajer PT. Konimex, Senior Manajer RnD Danone Baby Nutrition.

Arko menjelaskan para mahasiswa disiapkan agar siap bekerja di bidang industri farmasi, sehingga pihaknya sengaja mengundang para manajer perusahan untuk menyelipkan nilai manajerial. “Mereka harus tahu tentang manajerial karena apoteker ketika lulus akan berada di level supervisor dan punya anak buah,” paparnya.

Setelah memberikan materi perkuliahan tentang dunia kerja farmasi, para direktur perusahaan farmasi tersebut juga membuka peluang untuk memberikan bantuan riset bagi mahasiswa berprestasi. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan joint research dengan perusahaan agar bisa semakin mengaplikasikan keahlian mereka di bidang farmasi.

Lebih lanjut Arko menuturkan seorang mahasiswa Farmasi UMY pernah mendapatkan bantuan zat kimia untuk penelitian dari PT. Konimex senilai 11 juta rupiah. “Mahasiswa kita ada yang diberikan zat kimia oleh Konimex untuk riset, harganya 11 juta. Ini kerjasama yang baik,” imbuhnya.

Program Studi Farmasi UMY menjadi satu-satunya Prodi Farmasi yang menggunakan sistem blok. Sistem blok tersebut sengaja diterapkan agar mahasiswa dapat belajar lebih fokus tentang suatu mata kuliah. (Lalu)