Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pembentuk Kemandirian

Oktober 13, 2018 oleh : BHP UMY

Kemandirian menjadi salah satu tujuan dalam pendidikan di Indonesia. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang totalitas dalam mewujudkan kemandirian dengan sistem full day yang melakukan pendidikannya selama 24 jam. Untuk melihat bukti keberhasilan pondok pesantren dalam melakukan pendidikan kemandirian, Darmani melakukan penelitian terhadap alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Lalu dari penelitian yang sudah dilakukan, ia mendapati alasan kenapa pondok pesantren bisa mendidik para santrinya untuk bersikap mandiri.

“Kemandirian lahir dari proses belajar di pesantren, sistem pembiasaan di pesantren, keteladanan, dan nilai di pondok pesantren. Keempat hal ini menjadi sesuatu yang paling berkesan dalam pembentukan kemandirian menurut alumni Pondok Pesantren Wali Songo,” ujar Darmani saat melakukan sidang terbuka doktor pada Sabtu (13/10) di Ruang Amphiteater Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kemudian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian para santri, antara lain ialah kemauan untuk beradaptasi di lingkungan baru, faktor lingkungan pondok pesantren, dan yang terakhir adalah nilai ketuhanan yang tertanam dalam diri santri. “Nilai ruhiyah yang didapat dari pondok telah menjadi modal alumni dalam menjalani kehidupan dan seiring berjalannya waktu akan melahirkan nilai baru. Diantaranya semangat, inisiatif, percaya diri, tanggungjawab dan kesungguhan hidup,” imbuh Darmani.

Pada akhir pemaparannya, Darmani memberikan masukan untuk seluruh pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia untuk tetap melanjutkan pendidikan nilai – nilai Islam kepada para alumninya. Salah satu cara yang ditawarkannya adalah dengan membentuk kelompok – kelompok alumni supaya keberadaan lulusan pondok pesantren tetap bisa dipantau oleh pihak pondok. Menurutnya, ketika santri sudah keluar dari asrama adalah waktu bekal selama belajar di pondok pesantren diuji dalam kehidupan nyata.

“Semua nilai yang didapatkan selama di asrama menjadi bekal berharga semua santri ketika mereka sudah meninggalkan pondok,” pungkasnya.(ak)