Peserta Tes Masuk Jalur Paper Based Test Meningkat

Mei 20, 2013 oleh : BHP UMY

_MG_1983Akreditasi dan branding UMY yang baik membuat minat pelajar untuk melanjutkan studinya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftar melalui berbagai jalur yang ada di UMY. Salah satu jalur tersebut ialah Paper Based Test (PBT)  tes masuk periode pertama bagi calon mahasiswa yang diselenggarakan di Sportorium UMY pada Minggu (12/5) lalu.

Seperti diutarakan Dr. Siti Dyah Handayani, MM selaku Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY ketika ditemui di pengajaran Gedung Ki Bagus Hadikusumo UMY pada Senin (13/5). Secara keseluruhan pendaftar PBT pada tahun ini berjumlah 1.524 dan mengalami penigkatan jumlah dari tahun sebelumnya. “Trend pendaftar Alhamdulillah meningkat, tahun 2012 kemarin yang ikut tes tertulis gelombang I itu 1.304 orang dan untuk gelombang I tahun ini yang ikut 1.524 peserta” jelasnya.
Jumlah peserta tersebut, jelas Dyah, dapat bertambah, namun jadwal tes yang diadakan UMY kali ini bersamaan dengan jadwal tes salah satu kampus swasta lain di Yogyakarta. “Itupun karena jadwal tes kita bersamaan dengan UII, kemungkinan kalau jadwal kita tidak bersamaan kemungkinan bisa lebih banyak lagi” paparnya.
Lebih jauh ia menjelaskan materi dan tipe soal pada PBT memiliki kesamaan dengan jalur tes lainnya seperti CBT. Komposisi soal PBT sendiri terdiri dari soal verbal dan numerik sebanyak 30 soal, serta logika 40 soal dengan lama pengerjaan selama 90 menit. Namun, kata Dyah soal dalam PBT tiap tahun diubah.
Tahun ajaran ini UMY menargetkan menerima 4.000 sampai 4.500 mahasiswa. Namun, menurut Dyah, jumlah calon mahasiswa yang lulus dari jalur PMDK dan telah melakukan praregistrasi sudah mencapai angka  1.950 dan akan ditutup pada 14 Juni nanti. Kendatipun jumlah pendaftar telah mencapai jumlah yang tinggi pada gelombang ini, jalur PBT gelombang selanjutnya akan tetap dilaksanakan mengingat peserta yang diluluskan tiap gelombang telah memiliki kuota. “Semua prodi sudah punya presentase calon mahasiswa yang akan diterima, jadi tes tulis itu sampai gelombang III akan terus berjalan” imbuhnya.
Dengan jumlah pendaftar yang meningkat 20% – 30% tiap tahunnya tetap membuat UMY selektif dan tidak semua bisa diterima. “Karena jumlah yang diterima sama dengan tahun lalu jadi memang lebih selektif untuk tahun ini dan tidak semua bisa diterima karena sudah ada kuotanya,” paparnya.
Dyah juga menjelaskan, tahun 2011/2012 UMY adalah universitas swasta dengan trend jumlah pertumbuhan pendaftar paling tinggi di DIY. “Kita dapat info bahwa UMY trend kenaikannya yang paling tinggi diantara yang lain, di 2013 ini mudahan sampai sana. Kampus lain juga naik tapi hanya 20 persen tidak sebanyak UMY yang jumlah pendaftar dan yang registrasi mencapai 49 persen” tambahnya.
Untuk menghindari perjokian yang  dalam pelaksanaan PBT pihaknya telah melakukan berbagai macam langkah antisipasi seperti pemeriksaan ketika masuk ruang tes dan memasang alat pengacak signal telepon selular, mulai tahun 2013 juga telah disiagakan aparat kepolisian untuk menindak pelaku kecurangan.
Bahkan untuk meminimalisir kemungkinan tindakan kecurangan  yang bisa saja terjadi, peserta tes harus melepas sepatunya dan khusus peserta laki-laki yang mengenakan baju lengan panjang wajib menggulung lengan baju ketika mengerjakan soal. “Joki itu semakin lama semakin pintar, mereka bisa sembunyikan alat di tempat yang sangat pribadi sekalipun” ujarnya.
Ia berharap kedepannya jumlah pendaftar terus meningkat, tujuannya adalah untuk mendapatkan input mahasiswa yang lebih berkualitas. “Bukannya tiap tahun kita ingin menambah jumlah mahasiswa karena  jumlah yang diterima kuotanya sama 4000 – 4500, tapi kalau pendaftar banyak kita bisa memilih yang benar-benar berkualitas dengan meningkatkan standar.” tutupnya.