Peserta Pusdiklat Migas Cepu Kunjungi PUSPER UMY

September 19, 2014 oleh : BHP UMY

IMG_4902Sebanyak 16 orang rombongan peserta Diklat Teknis Lanjutan II Program Aparatur Negara Pusdiklat Migas Cepu, hari ini, Jum’at (19/9) mengunjungi Pusat Studi Pengelolaan Energi Regional (PUSPER) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh peserts Pusdiklat Migas yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sumberdaya Manusia (SDM). Selain melakukan kunjungan ke PUSPER rombongan peserta tersebut juga direncanakan akan berkunjung ke laboratorium Teknik Mesin, Demo House, dan Desa Pleret untuk melihat proses pengelolaan dan pembuatan biogas.

Muhammad Ridwan Anshori, selaku pimpinan pelatihan Pusdiklat Cepu mengatakan bahwa tujuan diadakannya kunjungan tersebut guna memberikan pengetahuan yang terintegrasi mengenai energi-energi lain, khususnya dalam bidang energi terbarukan. “Kunjungan ini untuk memberikan pengetahuan baru bagi para peserta diklat, tentang sumber-sumber energi yang dikelola oleh kementerian SDM. Baik itu dari energi batu bara, minyak, air, fosil, gas, listrik, bahkan hingga energi terbarukan,” ungkapnya.

Ridwan juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan yang wajib diikuti oleh peserta diklat. “Diklat teknis lanjutan II ini wajib diikuti oleh pegawai yang berada di bawah badan kementerian SDM. Dan salah satu rangkaian kegiatannya adalah kunjungan ini. Selain untuk memberikan pengetahuan baru, juga untuk menjadikan pembelajaran ke depan dalam mengatasi masalah energi,” imbuhnya.

Sementara itu, ¬†Ir. Purwanto, MT mewakili PUSPER UMY saat menyambut kedatangan rombongan peserta Pusdiklat mengatakan, PUSPER sendiri merupakan salah satu perangkat akademik untuk memaksimalkan visi dan misi UMY dalam bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat terkait dengan pengembangan energi terbarukan. “Fokus energi ini dipilih karena memang menantang untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat. Selain itu juga karena menurut beberapa ahli dan peneliti, ketersediaan energi semakin kritis,” paparnya.

Karena itulah menurutnya, pihak universitas merasa perlu mengadakan sebuah pusat kajian yang khusus mengkaji masalah energi, dan mencari solusi untuk mengatasii ketersediaan energi yang semakin menipis. “Karena itu juga, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk ikut membantu mengatasi permasalahan ketersediaan energi ini. Dan kami berharap dengan adanya kunjungan ini bisa menjadi langkah awal bersama untuk menjalin kerjasama dan saling berkontribusi untuk memecahkan dan memberikan solusi atas permasalahan ini,” imbuhnya.