Pertumbuhan perbankan syariah saat ini baru mencapai 3%

Oktober 14, 2010 oleh : BHP UMY

Pertumbuhan perbankan syariah saat ini baru mencapai 3%. Namun hal ini telah mampu mendinamisir sektor ekonomi riil perekonomian Indonesia. Sehingga untuk meningkatkan peran perbankan syariah dalam perekonomian Indonesia diperlukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perbankan syariah.

Demikian disampaikan oleh pengamat ekonomi syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Masyhudi Muqorobin dalam diskusi terbatas terkait dengan ‘Peran Perbankan Syariah dalam perekonomian Indonesia’ di Kampus Terpadu UMY Rabu (13/10) siang.

Menurutnya perbankan syariah bisa memberikan warna baru bagi sistem perekonomian Indonesia. “Hal ini disebabkan dalam perbankan syariah terdapat step wise process atau proses bertahap sebagai alternatif untuk mengganti sistem bunga pada perbankan konvensional,”jelasnya.

Terkait sistem bunga dijelaskan Masyhudi bahwa penggunaan sistem bunga merupakan salah satu permasalahan bagi dunia perbankan konvensional saat ini. “Sistem perekonomian dengan sistem bunga ini perlu diganti atau dicari solusinya. Karena sistem bunga itu sendiri dapat mempengaruhi pada pembentukan sistem ekonomi makro salah satunya terjadi pelemahan pada sektor riil,”ujarnya. Dan disinilah peran perbankan syariah yaitu sebagai penyeimbang sistem perekonomian dari sektor riil dan moneter.

Sementara itu belum berkembangnya perbankan syariah di Indonesia saat ini dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan lainnya dalam penuturan Mashudi hal ini disebabkan policy atau kebijakan pemerintah belum terlalu memberikan dukungan bagi perkembangan perbankan syariah. “Jika di negara lain kebanyakan pemerintah banyak memberikan dukungan terhadap perkembangan perbankan syariah. Sedangkan di Indonesia tidak demikian,”urainya.

Selain itu Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham mengenai perbankan syariah belum banyak. “Kebanyakan pegawai-pegawai dari bank konvensional diberikan pelatihan atau training selama dua atau tiga minggu mengenai perbankan syariah kemudian diberikan kepercayaan memegang perbankan syariah. Padahal tidak sesederhana itu. Seharusnya SDM juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Karena dalam perbankan syariah diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai hal tersebut,”tegasnya.