Pertama di Indonesia, Magister Keperawatan UMY Buka Konsentrasi Nursing Education Program

Juni 21, 2014 oleh : BHP UMY
MKep

Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES. DEA (Koordinator Kopertis Wilayah V) menerima cindera mata Yuni Permatasari Istanti,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.MB.,CWCS​ (Ketua Prodi M.Kep UMY)

Program Studi Magister Keperawatan (M.Kep) UMY pada Jumat (20/6) bertempat di Gedung Sportorium Kampus Terpadu UMY secara resmi membuka konsentrasi Pendidikan Keperawatan. Dengan diluncurkannya konsentrasi baru, membuat Prodi Magister Keperawatan UMY menjadi Prodi Magister Keperawatan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki konsentrasi tersebut.

Ketua Prodi M.Kep UMY Yuni Permatasari Istanti,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.MB.,CWCS mengungkapkan, tak kurang sekitar 900-an institusi pendidikan tinggi di Indonesia memiliki prodi keperawatan dengan berbagai jenjang. Hal tersebut dibarengi dengan tingginya kebutuhan akan tenaga kepengelolaan pendidikan keperawatan. Namun sayangnya di Indonesia belum ada Perguruan Tinggi yang membuka konsentrasi tersebut.

Saat ini permasalahan di duina keperawatan di Indonesia begitu kompleks , seperti keberagaman proses pembelajaran dan kurikulum yang tentunya akan membuat perbedaan kualitas lulusannya, dengan begitu ia menyatakan Konsentrasi Penddidikan Keperawatan di Magister keperawatan UMY akan berusaha mencetak lulusan yang berkompeten.

“Kita pertama di Indonesia. Lulusannya diproyeksikan sebagai pengelola institusi pendidikan keperawatan yang mampu mengelola dengan baik sehingga mampu menghasilkan perawat-perawat yang kompeten,” tutur Yuni Permatasari di sela-sela acara Peluncuran Program Pendidikan Keperawatan Prodi M.Kep UMY di Sportorium, Jum’at (20/6).

Untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama yang akan memulai perkuliahan pada bulan September mendatang, ia mengaku pihaknya telah menyiapkan kurikulum dan SDM yang siap mencetak lulusan berkualitas. Ia menuturkan, telah menyiapkan tenaga pengajar tingkat doktor, serta didukung oleh FKIK UMY beserta jajaran dosen berkompeten dari luar negeri sebagai dosen pengajarnya.

Yuni menuturkan, Prodi M.Kep UMY mensyaratkan kriteria bagi setiap calon mahasiswa yang ingin bergabung, adapun kriterianya yakni wajib kemampuan berbahasa Inggris sebab dalam kurikulum M.Kep UMY mewajibkan mahasiswanya mengikuti praktikum klinik di luar negeri, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi para mahasiswa menggunakan bahasa asing.

“Rekruitmen juga menggunakan standar kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai TOEFL. Dalam kurikulum ada yang namanya aplikasi, ini dilaksanakan di dua tempat, di luar dan dalam negeri. Mahasiswa wajib ikut praktikum klinik di luar negeri,” tambahnya.

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES. DEA juga menekankan pentingnya kemampuan berbahasa asing bagi setiap lulusan Magister Keperawatan agar mampu mengisi posisi yang relevan dalam menyambuat Asean Economic Community 2015 mendatang.

“Untuk mengisi posisi dilingkungan ASEAN diperlukan kemampuan berkomunikasi (bahasa asing),” tukasnya

Dengan dibukanya konsentrasi tersebut saat ini Program Studi Magister Keperawatan UMY yang berdiri sejak tahun 2011 memiliki dua konsentrasi yaitu Keperawatan Medical Bedah dan Program Pendidikan Keperawatan. (Fahmy)