Perluas Jaringan Internasional, 6 Mahasiswa UMY Ikuti Program ke Thailand-Vietnam

Desember 20, 2011 oleh : BHP UMY

Sebanyak, 6 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berupaya membangun jaringan dengan mengikuti program International Friendship Culture Tour and Studies (IFCTS) Thailand (Bangkok) and Vietnam (Ho Chi Minh) yang diadakan organisasi Asia Pasific-indonesia Multicultural Undestanding Network (APIMUN). Program tersebut merupakan program kunjungan budaya dan persahabatan pemuda Indonesia ke Thailand dan Vietnam, 12-18 Desember 2011.

Para Ambassador bersama Atase Pendidikan KBRI Thailand, Prof. Dr. Ir. Didik Sulistiyanto

Menurut salah satu peserta IFCTS, Nudia Vebina Ayumahani saat ditemui di Kampus Terpadu UMY setelah kembali ke Indonesia, Selasa (20/12), ia bersama Taufan Himawan, Galih Dwi, Febriyani Tentyana, Rusdy Namsa, dan Dwi Auditya Muttaqien, melakukan kunjungan ke beberapa lembaga seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok. Mereka langsung diterima oleh Atase Pendidikan KBRI Thailand, Prof. Dr. Ir. Didik Sulistiyanto. Mereka juga berkesempatan mengunjungiEmpower Foundation, sebuah LSM HAM yang eksis di hampir 100 negara di dunia.

Nudia menjelaskan, di era yang semakin global ini, kemampuan membangun jaringan menjadi bagian yang sangat vital untuk diperoleh sedini mungkin. Menurutnya, interaksi tanpa pandang jarak lintas negara melalui perkembangan teknologi dan informasi semakin tidak terbendung. Hal ini lalu menuntut setiap individu membuka mata seluas-luasnya. “Globalisasi artinya negara akan sekedar jadi batasan wilayah. Kita butuh jaringan internasional untuk menghadapinya. Kalau tidak, di negara sendiri pun kita bisa kalah oleh jangkauan global orang lain”, terang mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HI) UMY ini.

Selama mengikuti rangkaian program, para peserta IFCTS ditemani mahasiswa-mahasiswa dari Ho Chi Minh City University of Social Sciences and Humanities (HCMUSSH) Vietnam, dan Bangkok University Thailand. Dengan begitu, kita saling mempelajari bahasa, baik Vietnam, Thailand,maupun Indonesia juga Bahasa Inggris. “Yang menarik, beberapa duta Vietnam lancar berbahasa Indonesia. Ternyata Sastra Indonesia di sana cukup diminati” terang Nudia.

Para Ambassador di depan Cao Dai Temple, Vietnam

Selain mengunjungi lembaga-lembaga, Para peserta ICFTS juga mengunjungi beberapa tempat budaya di kedua negara. Di Vietnam, mereka mengunjungi Terowongan Chu Chi, Cao Dai Temple, serta pertunjukkan boneka Vietnam. Sementara di Thailand mereka mengunjungi Wat Arum, Wat Pho dan tempat bersejarah lain. Menurut Nudia, hal ini memperlihatkan kepadanya bahwa  budaya di dunia sangat beragam dan kita perlu mengetahuinya.

“Di saat kunjungan-kunjungan itulah kita bertukar pikiran. Dimulai bertukar pengetahuan bahasa, budaya serta diskusi-diskusi yang diarahkan panitia. Menjadi menarik karena sepanjang perjalanan kita bertemu pengunjung dari Itaia, Inggris dan beberapa negara. Selain juga mempromosikan Indonesia, diharapkan terbangun sebuah komunitas internasional yang saling menguntungkan satu sama lain nantinya”, pungkas Nudia.