Perdamaian Dapat Terwujud Jika Saling Menghormati Perbedaan

Februari 27, 2014 oleh : BHP UMY

Penghormatan terhadap keberagaman menjadi isu yang penting untuk dipahami dalam interaksi antar bangsa. Karena kegagalan memahami esensi keberagaman akan mematik potensi konflik. Penghargaan terhadap keberagaman merupakan salah satu nilai organisasi utama PBB selain nilai-nilai lain seperti integritas dan profesionalisme. Hal tersebut penting karena PBB melihat banyaknya negara ataupun organisasi yang memiliki perbedaan budaya, bahasa, suku, agama dan lainnya. “Keberhasilan sebuah organisasi tergantung pada kemampuan personelnya untuk mengelola relasi saling menghormati dan menjalin komunikasi yang efektif dengan pihak lain,” terang Major Mohd Ridzuan dalam salah satu sesi acara Mahathir Global Peace School (MGPS) 2014 yang diselenggarakan di Institute of Diplomacy and Foreign Relations, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, (27/2). MGPS merupakan program kerja sama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Perdana Global Peace Foundation (PGPF) Malaysia dan akan berlangsung hingga 1 Maret 2014 nanti.

Keberagaman menurut Ridzuan, mengacu kepada berbagai perbedaan dalam hal etnis, ras, latar belakang professional, agama atau kepercayaan politik dan lain sebagainya. Ridzuan menuturkan, pemahaman tentang keberagaman seperti fenomena gunung es yang hanya tampak 10 % dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan seperti warna kulit, bahasa, dialek, etnis dan lainnya. Sementara bagian terbesar yang berada di bawah sering kali diabaikan. Hal itulah yang sering memicu persoalan dalam hubungan antar individu, bangsa atau negara. “Suatu negara juga akan gagal membangun perdamaian di negaranya apabila pemahaman terhadap keberagamaan masih rendah,” katanya.

Dalam konteks perdamaian dan kemanusiaan, pemahaman terhadap keberagaman menjadi kunci bagi upaya pencapaiannya. Oleh karenanya setiap individu harus memahami keberagaman sebagai nilai yang selalu menjadi referensi dalam pergaulannya dengan individu lain. Pikiran yang terbuka juga sangat penting dalam proses memahami keberagaman. Dengan pikiran yang terbuka, seseorang akan memiliki toleransi dan jauh dari prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain seperti menghakimi orang lain tanpa mengetahui kondisi sebenarnya. Sehingga selanjutnya kan muncul stereotypeterhadap kelompok tertentu yang bisa memicu konflik.

Menurut Ridzuan, menjalin komunikasi yang baik dengan individu lain juga merupakan usaha memahami memahami keberagaman. Dalam menjalin komunikasi antar bangsa yang beragam, sebaiknya komunikasi dilakukan dengan bahasa-bahasa umum yang dapat dimengerti kedua belah pihak. Ridzuan melanjutkan, memberi waktu lawan bicara untuk merespon pembicaraan juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan saat berkomunikasi. Selain itu, mengamati perbedaan dan belajar dari perbedaan tersebut akan membuat kita lebih berhati-hati dan menyesuaikan saat berkomunikasi dengan orang yang berbeda sehingga akan muncul pemahaman keberagaman di antara keuda b. “Melempar humor dengan orang yang berbeda latar belakang juga harus hati-hati, karena berbeda latar belakang berbeda juga interpretasinya,” tandasnya. (Asri)