PENINGKATAN NILAI TAMBAH SALAK PONDOH

Juli 18, 2013 oleh : BHP UMY

pelatihan pengolahan salak pondoh di Dusun Donoasih, Turi, Sleman Yogyakarta

Salak pondoh merupakan salah satu tanaman unggulan dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat di Kabupaten Sleman. Namun seringkali petani dihadapkan pada permasalahan ketika terjadi panen raya maka harga salak pondoh di tingkat petani mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada saat belum musim panen raya seperti sekarang ini, harga salak pondoh dapat mencapai Rp. 5.000-6.000 per kg, namun ketika sedang panen raya harga dapat turun menjadi Rp. 2.000 per kg. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan nilai hasil salak pondoh terutama ketika harga salak pondoh segar sedang turun. Salah satu yang dilakukan adalah melalui pengolahan buah salak segar menjadi produk olahan sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Demikian dikatakan Ibu Wartini ketika memberikan pelatihan pengolahan salak pondoh di Dusun Donoasih, Turi, Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu (13/7) yang diprakarsai oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Lebih lanjut Wartini mengatakan salak pondoh dapat diolah menjadi produk olahan seperti wajik, sirup, dodol, suwar-suwir, bakpia bahkan keripik salak sehingga sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi petani salak pondoh. Selain itu, produk olahan ini mempunyai masa simpan yang lebih lama dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibanding buah salak pondoh segar. Apalagi menjelang hari raya lebaran, permintaan terhadap produk olahan salak pondoh akan mengalami peningkatan sehingga prospektif untuk dikembangkan.

Sementara itu Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP, Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni UMY yang juga dosen pendamping program tersebut mengatakan kegiatan pelatihan pengolahan salak pondoh tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang diperoleh oleh kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian UMY yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti pada tahun 2013 dengan nilai kontrak Rp. 49 juta. Kegiatan lain yang sudah dan akan dilaksanakan dalam program yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Kawasan Edu-Agrowisata Salak Pondoh di Dusun Donoasih adalah pembentukan dan pemberdayaan kelompok tani salak pondoh, pelatihan budidaya salak pondoh, fasilitasi alat untuk pembuatan keripik salak, penataan kawasan, dan pelatihan manajemen agrowisata.

Agus Nugroho menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh petani salak pondoh di Kecamatan Turi tersebut merupakan salah satu contoh nyata permasalahan yang ada di masyarakat, dan masih banyak lagi permasalahan yang ada di lapangan. Potensi mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sebenarnya sangat besar, permasalahannya adalah seringkali apa yang dirasakan oleh masyarakat tidak didengar oleh mahasiswa dan sebaliknya mahasiswa tidak berusaha untuk sering terjun ke masyarakat untuk mengetahui dan mendengarkan apa yang menjadi masalah di masyarakat. “Sebenarnya masyarakat di sekitar kita mengharapkan bantuan dari perguruan tinggi baik oleh dosen maupun mahasiswa untuk ikut memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Oleh karena itu, sudah seharusnya mahasiswa lebih banyak terjun ke masyarakat untuk mengidentifikasi dan mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat”, kata Agus Nugroho.