Penerbangan Roket KOMURINDO Akan Penuhi Langit Pantai Depok

April 12, 2014 oleh : BHP UMY

IMG_8991

Peluncuran roket merupakan acara puncak dari rangkaian acara Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (KOMURINDO) yang akan diselenggarakan pada 12 -14 Juni 2014 di Yogyakarta. Untuk mensukseskan acara tersebut, tim panitia KOMURINDO dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, DIKTI (Direktorat Perguruan Tinggi) dan LAPAN ( Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) mengadakan survei lapangan ke pantai Depok untuk peluncuran roket bulan Juni mendatang.

Koordinator pelaksana KOMURINDO ke-8 di UMY, Slamet Riyadi mengatakan, pihak kampus UMY sebagai tuan rumah akan memberikan yang terbaik untuk acara KOMURINDO ini. Berupaya untuk mengulang kesuksesan UMY dalam menyelenggarakan PIMNAS ke-25 dulu. “Kita mengerahkan tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan teknologi roket Indonesia,” ungkap Slamet, Rabu (8/4).

Slamet juga mengatakan, dengan adanya puncak  kompetisi roket Indonesia di pantai Depok ini. diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. “Orang akan banyak datang ke sini nantinya, maka sudah jelas memerlukan kebutuhan seperti konsumsi, tranportasi dan akomodasi lainnya. Itu sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga kita ajak untuk berpartisipasi,” ungkapnya.

Dalam survei tersebut, lokasi yang diperlukan untuk peluncuran roket adalah tanah yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk. Tim juri LAPAN Agung mengatakan, lokasi Pantai Depok cukup bagus karena jarak luncur dan jatuh roket jauh dari pemukiman. “Ruang kosong di sini cukup bagus, ditambah lagi adanya jalan yang cukup panjang dan dapat digunakan untuk persiapan peserta lomba roket nantinya,” ungkapnya.

Agung mengatakan, jarak terbang roket sekitar 1 hingga 2 km ke udara, sedangkan jarak jatuh beban roket dibutuhkan 1 km dari tumpuan penerbangan awal. Sehingga jarak 1 km ke depan dan ke belakang dari tempat peluncuran harus steril dan jauh dari pemukiman. “ Posisi amannya 1km ke depan dan belakang peluncuran. Karena takutnya nanti akan dibawa oleh tiupan angin. Peluncuran nanti diarahkan ke laut, kalau angin kuat ke darat, maka perlu menjaga jarak aman kedaratan juga,” terangnya. (Ahlul)