Pemahaman Spiritual Bagi Lansia Masih Rendah

April 29, 2015 oleh : BHP UMY

_MG_6727Rendahnya kecerdasan dan pemahaman spirit​ual guna mendekatkan diri kepada sang pencipta bagi masyarakat yang berusia lanjut (lansia) dirasa masih cukup rendah. Hal itu diungkapkan oleh ketua panti sosial Tresna Wredha, Dra. Rediatiwi W.J .“Kebanyakan lansia, khususnya di panti ini tidak dapat melakukan sholat dengan benar, mengaji pun tidak bisa, dan bacaan syahadat pun mereka kesusahan, bahkan terkadang doa makan mereka bacakan dalam sholat,” ungkapnya.

Namun, di balik keterbatasan fisik dan kesehatan yang dimiliki oleh lansia tersebut, mereka masih memiliki semangat yang cukup tinggi untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT, melalui ibadah sehari-hari mereka. “Semangat yang tinggi dari mereka mengalahkan keterbatasan mereka. Walaupun mereka tidak mengetahui gerakan sholat yang benar, bacaan sholat yang benar, tetapi mereka tetap ingin melakukannya”, tambah Rediawati.

Tergerak atas akan pentingnya pendekatan diri kepada Allah SWT bagi lansia, 5 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai oleh Tri Wahyuni, dengan anggota Sulistyaningsih, Desi Ismayani, Rizal Kurniawan, dan Candra Kusuma membentuk kelompok PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian yang dicanangkan adalah Pose (Place of Spiritual Education), yang merupakan sebuah kegiatan pendampingan olah kecerdasan spiritual lansia berbasis Mini Pesantren Lansia.

Tri, selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan, berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Mini Pesantren, yaitu berupa pendampingan membaca Al-Qur’an, hafalan bacaan sholat dan gerakan sholat yang benar, doa-doa sehari-hari serta berbagai pemahaman tentang keislaman. “ Kegiatan yang kami laksanakan ini bertujuan untuk membantu para lansia dalam memperbaiki dan juga mengarahkan kondisi ibadah mereka”, pungkasnya.

Bertempat di Panti Sosial Tresna Wredha, Bangun Jiwo, Kasongan, Bantul. pada Senin (27/4) kegiatan PKM tersebut dimulai. Lansia penghuni panti tersebut antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang diberikan, seperti membaca al-quran dan doa sehari-hari. “Alhamdulillah kegiatan kami diterima dengan baik oleh pihak panti dan para lansia,” ungkap Tri.

Ditambahkan Tri, kegiatan Pose (Place of Spiritual Education) nantinya tidak hanya bekerjasama dengan satu panti saja, melainkan dapat diadakan di panti-panti lansia lainnya yang berada di Yogyakarta. ”Kami akan berusaha untuk mengajak kerjasama dengan dinas sosial, untuk dapat melakukan kegiatan serupa kepada panti-panti lansia lainnya yang ada di jogja”, tambahnya.(adam)