Pelajari Bahasa Prancis Juga Harus Paham Budayanya

Maret 23, 2018 oleh : BHP UMY

Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam anggota Francophone, banyak masyarakat Indonesia yang mahir berbahasa Prancis. Bahasa Prancis sendiri merupakan bahasa yang telah digunakan lebih dari 80 negara. Demikian ungkap direktur Warung Prancis UMY Puthut Ardianto, M.Pd. dalam acara pekan Francophonie di Aula Warung Prancis UMY pada hari Kamis (22/03). Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan WP UMY. “Kali ini adalah acara yang ke lima kali setelah WP berdiri,” jelas Puthut.

Dalam acara ini, peserta diberikan sosialisasi bahwa penting untuk memahami Prancis secara keseluruhan. Salah satu cara untuk memahaminya yaitu dengan mempelajari budayanya, terutama kulinernya. Pekan Francophonie ini merupakan acara tahunan WP dengan tema yang bermacam-macam. Menginjak tahun kelima WP UMY, pada acara Pekan Francophonie kali ini mengangkat tema kuliner yakni “bon appétit”. Puthut mengatakan bahwa alasannya mengambil tema kuliner, karena dilandasi oleh animo peserta terkait dengan makanan sangat tinggi. “Lewat tema makanan juga dianggap lebih universal. Karena bila lewat bahasa banyak yang menganggap bahwa bahasa Prancis itu susah,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Yordan Gunawan, S.H., Int.MBA, M.H, selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMY dalam sambutannya mengatakan bahwa memang diplomasi makanan atau yang juga disebut dengan gastro diplomasi sangat mudah untuk diperkenalkan. “Dimulai dari meja makan kita mengenal budaya dari luar negeri, begitu pula sebaliknya,” tegas Yordan. Yordan berharap bahwa acara Pekan Francophonie selalu berjalan dengan baik dan para peserta mendapatkan pengalaman belajar budaya dari negara lain, terutama Prancis.

Rangkaian acara Pekan Francophonie ini dimulai dari hari Senin dengan agenda kelas bahasa Prancis, kemudian pada hari Selasa terdapat permainan bahasa Prancis. Pada hari Rabu dilanjutkan dengan acara memburu WPedia. WPedia sendiri merupakan Wikipedia yang dimiliki oleh WP UMY. Puncaknya, di hari Kamis yang merupakan puncak acara pekan Francophonie, WP UMY melakukan diskusi bersama terkait francophone serta mendatangkan mahasiswa Prancis bernama Marine Buton yang akan memasak makanan khas Prancis, Croque madame. Croque madame merupakan makanan ringan berupa sandwich atau roti lapis yang terdiri dari roti, daging ham rebus ataupun sosis dan keju.

WP UMY sendiri berdiri sejak tahun 2014 dan telah menjadi Warung Perancis terbaik se Indonesia dari dari 36 WP yang ada di seluruh Universitas di Indonesia yang memiliki hubungan kerjasama dengan Institute Francais Indonesia (IFI). Saat ini, WP UMY tercatat menjadi trend center WP yang ada di Indonesia dengan beberapa programnya, salah satunya acara La Chandeleur dengan tema “Jour des Crepes” yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu. (darel)