Peduli Kecelakaan Lalu Lintas Pada Remaja, UMY Pecahkan Rekor MURI

Mei 31, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_5017

Kasus kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang paling sering terjadi di sekitar kita, terutama di kalangan pelajar. Sedangkan orang awam selama ini sering takut jika melihat kejadian patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas, padahal jika ditangani di lokasi kejadian maka kematian karena kehilangan darah bisa teratasi sehingga kerusakan anggota gerak lain tidak terjadi. Hal tersebut disampaikan oleh Belva Prima Geniosa selaku Ketua Panitia Seminar Nasional, Bakti Sosial Nasional, PON dan MURI 2016 saat di wawancarai tim Biro Humas UMY pada Selasa (31/05) melalui telepon.

Menurut Belva, inilah yang menjadi alasan TBM Alert UMY melakukan kegiatan Seminar Nasional Baksosnas dan PON PTBMMKI 2016 di Asri Medical Centre pada Sabtu (21/5) lalu. Bahkan kegiatan ini terasa lebih istimewa karena acara penutupan tersebut, TBM ALERT FKIK UMY secara simbolis mendapat penghargaan dari MURI atas terlaksananya kegiatan pelatihan penanganan trauma muskuloskeletal secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak.

Sebagai suatu organisasi yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan berasaskan kemanusiaan, maka Tim Bantuan Medis Asy-Syifaa’ Life Emergency Rescue Team (TBM ALERT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merasa memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi kepada para pelajar dengan harapan jika mereka menjumpai ada kasus serupa, maka penanganan awal bisa dilakukan oleh mereka karena mereka telah terlatih.

Seminar Nasional Bakti Sosial Nasional dan PON PTBMMKI” sendiri merupakan suatu kegiatan tingkat nasional yang rutin diselenggarakan tiap tahun dan merupakan program kerja tahunan PTBMMKI (Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia), dan pada tahun ini TBM ALERT FKIK UMY mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Rangkaian utama dari kegiatan ini meliputi seminar, bakti sosial, akan tetapi kegiatan istimewa pada tahun ini ialah adanya pemecahan Rekor MURI.

Seminar dilaksanakan di Gedung OSCE Center PKU Muhammadiyah Gamping dengan Tema “Enhancing Knowedge in Trauma Emergency Care”. Sedangkan Bakti Sosial yang dilaksanakan di Dukuh Sungapan Dukuh, Desa argodadi, Sedayu. Lalu, tema dari pemecahan rekor muri ini adalah “Cepat Tanggap, Tepat Rawat, Nyawa Selamat” dimana Rekor MURI ini dipecahkan dengan cara memberikan pelatihan mengenai penanganan trauma muskuloskeletal secara serentak dengan peserta terbanyak.

Peserta kegiatan “Semnas Baksosnas dan PON PTBMMKI 2016” ini adalah perwakilan dari anggota Tim Bantuan Medis seluruh Indonesia sedangkan yang menjadi sasaran peserta Pemecahan Rekor Muri adalah siswa SMA/MA/SMK dan beberapa mahasiswa perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta. Pemecahan rekor MURI ini melibatkan sejumlah 1139 orang peserta yang tersebar di 11 titik lokasi, seperti SMAN 1 Yogyakarta, SMAN 2 Yogyakarta, SMAN 4 Yogyakarta, SMAN 5Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta, MA Mu’alimmat Yogyakarta, dan komponen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan dan Stikes Ahmad Yani