Pedagang Muhammadiyah Harus Jujur

Mei 13, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_5647Dalam salah satu hadits Nabi SAW disebutkan bahwa sebaik-baiknya hasil usaha adalah hasil usaha para pedagang. Sedangkan salah satu kriteria menjadi pedagang yang baik adalah berbicara jujur. Dan pedagang Muhammadiyah harus menjalankan perintah tersebut.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK), PP Muhammadiyah di Ruang Sidang AR. Fakhrudin A lantai 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis sore (12/05). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yunahar Ilyas mengingatkan para peserta Rakernas MEK untuk selalu memegang teguh perintah Nabi untuk menjadi pedagang yang baik.

Prof. Yunahar Ilyar menyebutkan ada 7 syarat untuk menjadi pedagang yang baik, yang salah satunya disebutkan di atas bahwa seorang pedagang harus berbicara jujur. “Yang kedua, apabila berjanji tidak meningkari. Ketiga apabila dipercaya tidak berkhianat. Keempat kalau membeli barang jangan mencaci barang yang dibeli. Jangan lalu mencaci barang dagangan di depan pedagang lalu kemudian tidak jadi membeli,” tegas Prof. Yunahar.

Perintah kelima untuk menjadi pedagang yang baik adalah larangan untuk memuji-muji barang dagangannya sendiri. “Pada praktiknya banyak orang beriklan menyatakan produk mereka terbaik, padahal kenyataannya tidak demikian. Sebagai pedagang, kita boleh untuk meyakinkan pembeli bahwa barang dagangan kita baik, namun jangan berbohong untuk membanggakan produk jualan kita,” nasihat dosen Fakultas Agama Islam UMY tersebut.

Sedangkan perintah keenam dan ketujuh disebut Prof. Yunahar berkaitang dengan perihal hutang-berhutang. “Keenam, apabila berhutang tidak boleh menunda-nunda untuk membayarnya. Kalau menunda nanti rizkinya juga bisa tertunda. Sebaliknya perintah terakhir untuk pedagang, apabila memberikan hutang kepada orang lain, jangan mendesak-desak orang untuk membayarnya,” jelas Prof. Yunahar.

Disamping itu, dalam Pembukaan Rakernas MEK, Ir. M. Nadjikh selaku Ketua MEK menyatakan optimis Rakernas MEK kali ini akan menghasilkan output positif. “Sektor pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah sudah mengalami kemajuan pesat, namun tidak demikian dengan sektor ekonomi yang masih tertinggal. Tantangan ini harus kita hadapi dengan optimis,” jelas Nadjikh.

Ir. M. Nadjikh juga menegaskan bahwa tujuan utama Rakernas MEK ini adalah untuk Kemandirian, Kesejahteraan dan Keberlanjutan. “Kita harus bisa membuat ekonomi di Muhammadiyah bisa mandiri. Kalau sudah mandiri, sektor ekonomi kita bisa maju dan kuat. Selain itu kita harus membuat Muhammadiyah sejahtera dengan mendorong para saudagarnya untuk maju dan berkembang. Dan juga faktor terakhir harus berlanjut. Kalau program-program kita bisa berkelanjutan, maka sektor ekonomi dapat maju layaknya sektor pendidikan dan kesehatan,” terang Nadjikh.

Rakernas MEK berlangsung selama 3 hari terhitung sejak Kamis hingga Sabtu (12-14/05). Selain membahas program kerja MEK, Rakernas MEK juga akan menjadi ajang temu forum Baitul Tamwiil Muhammadiyah dan Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah. Peserta Rakernas sendiri berasal dari seluruh penjuru Indonesia dari Aceh hingga Papua. (Dns)