PBI UMY Ajak Mahasiswa Praktek Bahasa Inggris melalui Cultural Amazing Race 2017 di Tamansari

Januari 10, 2017 oleh : BHP UMY

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY mengajak mahasiswanya untuk melakukan praktik berbahasa Inggris melalui kegiatan bertajuk Cultural Amazing Race (CAR) 2017. Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (8/1) ini bertempat di Tamansari dan diikuti oleh 86 mahasiswa PBI UMY. Kegiatan ini juga merupakan field trip dari mata kuliah English for Tourism yang diampu oleh Puthut Ardianto, M.Pd.

Menurut Puthut, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di dalam kelas. Dalam kegiatan ini ada 5 pos yang harus dilewati oleh para peserta, yaitu Pos 1 di Plaza Ngasem, Pos 2 di Masjid Soko Tunggal, Pos 3 di Istana Air, Pos 4 di Sumur Gemuling, dan Pos 5 di Pulau Cemeti.

Puthut juga menjelaskan bahwa di masing – masing pos, dipandu oleh beberapa relawan seperti Eurico Muller, guru bahasa Inggris dari Australia, Dimas Diajeng DIY, serta relawan dari mahasiswa PBI sendiri. “Kegiatan tersebut kami laksanakan sejak pukul 7.15 hingga 11.00. Sekalipun cukup melelahkan namun para peserta mengaku bahwa mereka bisa belajar hal-hal baru, khususnya tentang budaya. Selain itu mereka juga bisa bersenang-senang dalam kegiatan praktik berbahasa Inggris ini. Seperti pengakuan dari salah satu peserta, Taqwa, ia mengaku lelah namun juga merasa sangat senang mengikuti kegiatan tersebut,” jelasnya melalui rilis yang diterima Biro Humas UMY pada Selasa (10/1).

Puthut kembali menambahkan, kegiatan Cultural Amazing Race tersebut bukan yang pertama kali diselenggarakan bagi mahasiswa PBI UMY. Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut dan bertempat di Keraton Yogyakarta, namun diperuntukkan bagi mahasiswa semester awal. “Yang jelas mahasiswa harus belajar bahasa sesuai dengan konteksnya,” imbuhnya.

Disamping mengaplikasikan keterampilan berbahasa Inggris, dalam kegiatan ini peserta juga diajak mengenal lebih jauh tentang peninggalan sejarah dan budaya seperti yang diungkap Aisyah, salah satu peserta CAR. “Kegiatan ini membuat saya pribadi jauh lebih peka dengan lingkungan dan budaya sekitar. Satu pesan yang paling saya ingat dari mata kuliah English for Tourism ini yaitu ‘make your travelling as a chance to learn new things’,” ujarnya.

Share thisShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0