NCC UMY kembali adakan IENC

Agustus 8, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_9394

Nurse Care Club UMY (NCC UMY) kembali mengadakan International Emergency Nursing Camp (IENC) 2016. Acara ini diadakan di Kampus UMY dan Camping Ground Candi Parambanan sejak Jum’at hingga Minggu (5-7/08) dengan tema “Breakthrough the Limitation with Innovation of Disaster Nursing”. Peserta IENC 2016 kali ini berjumlah 128 mahasiswa yang berasal dari 28 Institusi Keperawatan di seluruh Indonesia, serta 11 orang peserta yang berasal dari Thailand dan Tiongkok.

Koordinator Humas NCC UMY, Rahayu yang ditemui di sela-sela pelatihan menyatakan IENC ini bertujuan untuk membentuk sikap tanggap bencana dan melatih manajemen kebencanaan. “Acara ini digagas oleh NCC untuk memberi gambaran kepada mahasiswa Keperawatan ketika terjadi bencana. Jadi kami harap peserta terbentuk sikap tanggap bencananya,” ungkap dia.

Dia menambahkan IENC sebagai wadah mahasiswa keperawatan untuk belajar memanajemen bencana sedini mungkin. “Kami menyasar mahasiswa keperawatan untuk belajar manajemen bencana dari sejak mahasiswa, karena biasanya acara pelatihan kegawatdaruratan seperti ini dilakukan ketika sudah bekerja menjadi perawat. Oleh karena itu, IENC ini juga merupakan acara nursing camp untuk mahasiswa keperawatan terbesar se-Indonesia,” tambahnya.

Memasuki tahun ketiga IENC menyuguhkan berbagai materi untuk para pesertanya. Acara terbagi menjadi tiga sesi dalam tiga hari. Sesi pertama, telah diadakan seminar yang diisi oleh Tenaga ahli dalam dan luar negeri. Pada sesi kedua diadakan diskusi Tiga Negara yaitu Thailand, Tiongkok, dan Indonesia tentang sistem disaster management yang diterapkan di masing-masing negara. Sedangkan pada sesi terakhir materi praktek lebih diutamakan. Materi tersebut antara lain, Simulasi Bencana, vertical rescue dan pelatihan evakuasi.

Ditambahkan oleh Rahayu, Peserta juga diajarkan komando ketika bencana sehingga mengerti langkah-langkah yang dilakukan ketika melakukan evakuasi. “Di tahun ini, kami menambah materi untuk IENC yaitu tentang Komando ketika terjadi bencana. Jadi kami berharap peserta benar-benar siap ketika terjadi bencana. Untuk itu kita juga bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Tim SAR DIY dan PKU Bantul yang sudah berpengalaman,” tambahnya.

Rahayu melanjutkan bahwa IENC juga sebagai sarana untuk semua Institusi Keperawatan bisa berkumpul dan melakukan Manejemen Bencana bersama. “Kami juga mengundang seluruh Institusi Keperawatan untuk mengadakan manajemen bencana karena masih sangat jarang Institusi Keperawatan yang mengadakannya. Pasalnya Manajemen Bencana merupakan elemen penting sehingga ketika dalam bencana kita bisa selalu siap menghadapinya,” ungkapnya.

Dia berharap agar IENC ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta. “Adanya IENC ini semoga memberikan manfaat pada peserta khususnya skiil dan pengetahuan mereka dapat bertambah. Selain itu kami harap sebagai calon perawat, para peserta memiliki jiwa sosial yang tinggi ,”tutupnya. (bagas)

Sharing is caring!