Mulailah Bisnis dengan Langkah Sederhana

Desember 26, 2016 oleh : BHP UMY

Memasuki satu tahun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi para pebisnis, diperlukan langkah yang tepat agar tetap bertahan di tengah menjamurnya para pebisnis muda di Indonesia. Menurut Saptuari Sugiharto yang menjadi salah satu pembicara pada Seminar Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), Senin (26/12) mengatakan bahwa dalam memulai bisnis harus di mulai dari dari langkah sederhana yang di mulai dari nol.

“Jika ingin sukses dalam menjalani bisnis, tidak bisa dilakukan dengan jalan instan. Semua pengusaha pun saya kira mereka memulai dari nol dengan omzet yang sangat sedikit. Namun jika bisnis ditekuni, dan dalam waktu kurun waktu satu tahun memberikan keuntungan, ini bisa menjadi acuan bahwa bisnis ini berhasil dan dapat terus dijalankan. Inilah langkah sederhana yang perlu dipahami bagi para pebisnis,” papar pendiri sekaligus pemilik 60 cabang Kedai Digital tersebut di Gedung AR Fachrudin B lantai 5.

Pengusaha asal Yogyakarta tersebut melanjutkan, dalam memulai bisnis banyak calon pengusaha yang sering melakukan kesalahan dalam berbisnis. Sehingga tidak jarang justru tidak mampu mengembangkan usahanya, atau bahkan tidak memperoleh keuntungan. Beberapa penyakit bagi para pebisnis seperti yang disebutkan oleh Saptuari yaitu banyaknya pengusaha yang tidak fokus, kebanyakan bisnis, miskin ide, tidak memanfaatkan media sosial, mudah tertipu atau tidak berlaku jujur, hobi hutang maupun melalui jalan riba, serta ingin langsung kaya.

“Langkah sederhana lainnya yang perlu dipikirkan bagi para pemula maupun pebisnis yaitu dengan memanfaatkan media sosial. Jadilah pebisnis yang mampu menembus batas, meskipun dalam produksi berada di pedalaman, dengan kekuatan media sosial ini dapat diketahui hingga luar negeri. Selain itu pebisnis juga harus memiliki ide yang berbeda dari yang lainnya. Pengusaha dengan konsep unik dinilai mampu bertahan di dunia bisnis,” ujarnya.

Dalam pemaparan pada seminar yang mengusung tema “Open Your Mind, Create your Own Business and Be A Great Young Entrepreneur,” Saptuari berpesan kepada calon pengusaha muda yang hadir untuk menghindari bentuk hutang maupun riba dalam berbisnis. Hal ini karena menurut pandangannya, riba dan hutang membuat kehinaan dan ancaman bagi pebisnis. “Ada banyak jalan untuk memulai bisnis. Mulailah dengan jalan yang berkah, jauhi riba maupun hutang. Dalam melakukan bisnis juga harus bisa bermanfaat dengan yang lainnya, dan berprilakulah jujur,” pesannya. (hv)