Muhammadiyah Resmi Luncurkan Online University dan Iuranmu.org

November 19, 2019 oleh : BHP UMY

Muhammadiyah secara resmi telah meluncurkan Muhammadiyah Online University dan aplikasi Iuranmu.org pada acara Milad Muhammadiyah 107 di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Senin (18/11) malam.

Diluncurkannya Muhammadiyah Online University adalah sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi era revolusi Industri 4.0 yang serba digital. MOU ini dipersiapkan Muhammadiyah sebagai satu sistem tersendiri yang bisa mencakup kampus Muhammadiyah seluruh Indonesia dengan basis kuliah online. “Adanya Muhammadiyah Online University ini untuk mengembangkan kuliah tanpa kampus, semuanya berbasis digital,” tutur Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Selain itu Muhammadiyah sebagai organisasi yang sejak dulu mendorong kemandirian, dan telah berkembang karena partisipasi warganya, juga meluncurkan aplikasi Iuranmu.org. Aplikasi atau kanal pembayaran iuran dan infak itu ditujukan bagi warga Muhammadiyah baik yang sudah punya Kartu Tanda Anggota ataupun belum.

Tujuan dari iuran ini adalah untuk menyediakan dukungan finansial yang mencukupi guna mendukung kesinambungan dan kemandirian persyarikatan dalam menyampaikan Dakwah Islamiyah yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Sesuai dengan SK PP Muhammadiyah no 140/2016 bahwa dana iuran yang terkumpul akan didistribusikan kembali sampai level ranting, dengan ketentuan pembagiannya: Pimpinan Pusat 5%, Pimpinan Wilayah 10%, Pimpinan Daerah 15%, Pimpinan Cabang 25%, dan Pimpinan Ranting 45%.

Haedar menegaskan kepada warga Muhammadiyah untuk membayar iuran menggunakan aplikasi yang bisa diunduh ke smartphone masing-masing. Semangat Presiden pertama RI Soekarno untuk membayar iuran juga digunakan sebagai contoh. “Seluruh keluarga besar Muhammadiyah di seluruh tanah air, ini bukan tayangan untuk ditonton tetapi untuk segera download aplikasi iuranmu.org dan bayar iuran. Pada tahun 1946, selang satu tahun Ir. Soekarno diangkat jadi Presiden RI, beliau menyampaikan sejak menjadi Presiden tidak lagi ditarik iuran Muhammadiyah, sehingga pada tahun 1962 beliau menegaskan kembali semestinya dirinya ditarik iuran, karena Soekarno tercatat secara resmi sebagai anggota Muhammadiyah,” tutupnya. (Hbb)