Muhammad Nuh Ajak AMKI Melek Digital

Desember 16, 2019 oleh : BHP UMY

Asosiasi Masjid Kampus Indonesia menggelar Workshop dan Rakernas di Gedung Ibrahim E6 Lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (14/12). Tema Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Umat pun disampaikan pada sesi siang hari, dengan menghadirkan mantan Menteri Komunikasi dan Informasi dan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhammad Nuh.

Nuh menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi baiknya disikapi dengan bijaksana, tak terkecuali bagi pengelola masjid di seluruh Indonesia. Pada pembahasan kali ini, kehidupan masjid kampus menjadi hal yang diberi garis bawah oleh mantan Mendikbud itu. “Ayo kita melakukan kontemplasi, AMKI ke depan ini mau apa, mau kita desain seperti apa,” ungkap Nuh di depan peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia.

Padahal seperti yang kita ketahui bersama, pada dasarnya Masjid merupakan sebuah tempat ibadah, tempat muamalah, dan tempat berbagi ilmu keagaamaan. Namun pada era digital seperti sekarang, pembahasan perekonomian di masjid tidak boleh tabu lagi, jadi melakukan pengelolaan yang benar dengan memanfaatkan sumber daya manusia modern yang bisa menghadapi tantangan zaman harus terus digalakkan.

“Anak muda jaman sekarang masuk kategori Socially Responsible, mereka mudah tersentuh dan memiliki sifat dermawan yang tinggi. Kita bisa arahkan sifat itu untuk pemahaman wakaf, sedekah melalui digital yang dikelola oleh Masjid. Kita kuatkan sedekah di kalangan mahasiswa, setiap hari Jumat misalnya melakukan wakaf atau sedekah, melalui hp (aplikasi) yang dikembangkan.” sambungnya.

Maka dari itu, Nuh mengajak mulai dari sekarang kita harus bisa mempersiapkan anak didik agar mampu menghadapi tantangan pada zamannya, begitu juga AMKI perlu memiliki pemuda yang dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan percepatan teknologi. “Mari kita sama-sama untuk mengembangkan masjid kita, masjid-masjid di kampus masing-masing,” tutup pimpinan BWI (Badan Wakaf Indonesia) itu. (Hbb)