Mudahkan Pengambilan Gambar di Area Berbahaya, Mahasiswa Teknik UMY Rangkai Robot Berkamera

Juli 6, 2011 oleh : BHP UMY

Teknologi pengambilan gambar maupun video saat ini telah mengalami perkembangan. Namun, hal tersebut disadari sangat berbahaya saat harus melakukan pengambilan gambar atau video dalam reruntuhan bangunan atau terowongan karena berpotensi menimbulkan cidera atau kecelakaan bagi pengguna alat rekam.

Oleh karenanya, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat risiko yang ditimbulkan , Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadyah Yogyakarta (UMY), Muhamad Yusvin Mustar terdorong untuk membuat robot berbentuk tank yang menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) wireless dan menggunakan mikrokontroller. Dengan alat tersebut, risiko kecelakaan ketika mengambil gambar atau video dapat dikurangi.

Yusvin menuturkan melalui robot yang dibuatnya, orang dapat memantau sekaligus mengetahui kondisi secara langsung suatu tempat yang diduga berbahaya. “Misalnya bangunan tersebut nyaris roboh, maka robot itu dapat dikendalikan secara jarak jauh sehingga orang tetap bisa memantau keadaan apakah bangunan di dalamnya cukup aman untuk dimasuki atau tidak. Selain itu, robot juga berfungsi untuk mengetahui apakah di dalam ruangan tersebut terdapat benda berbahaya, misalnya bom. Sehingga ketika memang berbahaya, maka risiko kecelakaan dapat dikurangi.,”jelasnya ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY, Rabu (22/6).

Ia menuturkan, pada dasarnya robot yang telah dibuatnya tersebut bertujuan agar memudahkan dan mengefisienkan kerja manusia dalam melakukan pengambilan gambar dan video oleh manusia. “Khususnya pada tempat-tempat yang memiliki tingkat kerawanan yang dapat menimbulkan kecelakaan ataupun kesulitan.”urai Yusvin.

Yusvin menjelaskan orang tidak perlu memasuki tempat berbahaya tersebut, dari luar cukup menggerakkan robot berkamera ini menggunakan remote control. “Sehingga orang cukup mengetahui apa yang ada dalam ruangan melalui pantauan robot berkamera yang gambarnya dapat dilihat di layar computer atau laptop. Melalui gambaran tersebut, orang bisa mengambil keputusan atau tindakan yang perlu dilakukan setelah melihat kondisi yang digambarkan oleh robot tersebut,.”tambahnya.

Terkait cara kerja robot tersebut, Yusvin menguraikan robot dihidupkan dengan menekan saklar on/off yang berwarna merah yang berada di sisi kanan belakang robot. Sedangkan pada remote terletak pada bagian depan remote yang berwarna putih.

“Setelah robot dan remote dihidupkan, kemudian sistem pengontrolan dicek semua. Dimulai dengan menjalankan sistem navigasi robot, Anda dapat mencoba menjalankan sistem penggerak kamera robot dan terakhir mencoba sistem sensor tabrak. Jika terdapat permasalahan, alat bisa dicek ulang kembali tiap sistem pengontrolan sampai sistem pengontrolan bekerja sesuai fungsinya. Selanjutnya, jika semua sistem dapat bekerja dengan baik, maka Anda dapat beralih pada konfigurasi pada komputer atau laptop,”urainya.

Konfigurasi computer atau laptop dengan menghubungkan antara sistem CCTV wireless yang terdapat pada robot dengan komputer atau laptop sebagai media penampilan data. Wireless  merupakan alat yang menghubungkan dua alat untuk bertukar data atau suara tanpa menggunakan media kabel.”Merangkai perangkat-perangkat pendukung untuk menampilkan data audio dan video. Setelah semua dapat bekerja dengan baik semua fungsinya robot siap digunakan,”ujarnya.

Dalam penuturannya, robot tersebut dapat bergerak ke depan, mundur ke kanan maupun ke kiri. “Kamera yang digunakan pun juga bisa bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah. Orang bisa menggerakkan menggunakan remote. “tambahnya.

Robot ini dapat bekerja optimal pada kondisi jarak 1-11 meter. “Sedangkan ketika hanya untuk menjalankan robot tanpa menggunakan sistem penggerak kamera dan sensor tabrak robot dapat bekerja maksimal pada kondisi jarak 1-27 meter,”tuturnya.

Yusvin menambahkan bahwa robot ini dapat beroperasi di dua tempat baik di dalam maupun luar ruangan. “Selain itu robot dilengkapi dengan sensor tabrak berupa switch yang berada pada bagian depan, belakang, sisi kiri dan kanan robot. Nantinya ketika sensor robot menabrak rintangan di depan atau samping, maka sensor dalam remote control akan menyala sehingga kita dapat mengetahui kondisi robot pada saat mendapat rintangan.”katanya.

Sharing is caring!